Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Mahasiswa KKN Unand Sosialisasikan Mengolah Sampah dan Budidaya Manggot di Kuranji

Rabu, 18 Agustus 2021 | 16:42 WIB Last Updated 2021-08-18T09:42:23Z
Mahasiswa KKN Unand.


Padang, Rakyatterkini.com - Bertambahnya penduduk, maka semakin bertambah pula jumlah sampah yang dihasilkan, terutama sampah rumah tangga olahan dari dapur, sayuran dan kulit buah.


Melihat kondisi ini, mahasiswa KKN Unand Kelurahan Kuranji mengajak masyarakat sekitar untuk mengolah sampah dengan Maggot. Sasaran dari kegiatan kelompok wanita tani (KWT) Maju Bersama dan sosialisasi digelar di SDN 32 Guo.


Menurut dosen pembimbing lapangan Dr. Resti Rahayu, dipilihnya Kuranji, karena masyarakatnya juga dekat dengan pasar sayur, yaitu pasar Belimbing, sehingga banyak sampah organik yang dihasilkan dan dimanfaatkan sebagai pakan maggot.


Makanan maggot adalah sampah organik seperti ampas tahu, limbah sawit, buah-buahan, sayur-sayuran dan sampah organik lainnya. Kandungan maggot tergantung jenis makanan yang dimakan, jika media tumbuhnya baik maka maggot yang dihasilkan juga memiliki kandungan nutrisi yang baik, karena mampu mengoptimalkan apa yang dimakan untuk meningkatkan kandungan nutrisi tubuhnya.


Maggot adalah lalat yang memiliki banyak manfaat diantaranya dapat mengolah sampah organik, dan dapat digunakan sebagai pakan ternak serta bisa menjadi peluang bisnis. Maggot mengandung protein yang tinggi dan berkualitas. 


Kandungan protein kasar maggot sangat tinggi, mencapai 60% % dengan kandungan lemak 29,65% sedangkan nilai asam amino, asam lemak dan mineral yang terkandung pada maggot juga tidak kalah dengan sumber protein lainnya. Sehingga dapat dijadikan sebagai pakan berbagai jenis ternak seperti hampir semua jenis ikan, ayam, unggas dll. 


Dikatakan, skilus hidup maggot sekitar 40-43 hari tergantung pakan yang diberikan dan kondisi lingkunagn. Manggot BFS kawin 2 sampai 3 hari setelah betina akan bertelur dimana betina akan mati setelah bertelur dan jantang akan mati setelah kawin. 


Telur BFS 500-900 telur dan akan menetas sekitar 3-4 hari. Ulat/larva/maggot yang baru menetas hampir tidak terlihat karena kurang dari 1mm. Ulat dewasa dari 0-18/21 hari dan pada saat fase larva dewasa dapat dipanen atau diberikan sebagai pakan ternak. Prepupa dari hari ke 18 sampai 21. Pupa tidak akan bergerak selama 7 hari sampai 1 bulan. Dan BSF akan hidup dari 7 sampai 14 hari.


Beberapa anggota KWT Maju Bersama juga mengunjungi tempat budidaya Maggot BSF di  Perumahan Bukit Belimbing Indah Kelurahan Kuranji Kota Padang. (rel)




×
Berita Terbaru Update