Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ambulans PKDP Cilegon itu Sudah Tiga Kali ke Ranah Minang

Kamis, 05 Agustus 2021 | 21:28 WIB Last Updated 2021-08-05T14:28:19Z
Ambulans PKDP masuk Ranah Minang.


Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Keberadaan ambulans milik paguyuban Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota Cilegon cukup memberi manfaat. 


Tak hanya kepada warga Pariaman, tapi juga warga asal daerah Minangkabau lainnya. Ambulan itu bisa digunakan kapan dan untuk ke mana saja. Tak hanya dalam seputaran Cilegon atau Banten, Jawa, tapi juga sampai ke Bumi Minang, tanah leluhurnya. Tak hanya warga yang sakit, tapi juga untuk mengantar jenazah. 


Firman Daus dan Tarmizi Chaniago, sopir ambulan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) menceritakan kalau mereka sudah tiga kali mengangkut jenazah dari Cilegon ke Sumatera Barat. 


"Dua kali ke Solok dan sekali ini ke Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman," kata mereka, Selasa (3/8/2021) di Pondok Lesehan Angin Sunua, Pondok Jambek, Gadua, Kecamatan Enam Lingkung.


Jadi, katanya, ambulan memang milik paguyuban PKDP. Tetapi, ketika sudah berhadapan dengan korban kematian, identitas demikian jadi hilang. Namun warga PKDP tentu jadi prioritas utama dalam hal ini.


Firman Daus yang asli Jambak Lubuk Alung lama di Koto Tinggi, Enam Lingkung dan Tarmizi Chaniago yang asli Katapiang, beristrikan orang Sungayang, Kabupaten Tanah Datar ini termasuk sopir andalan ambulan milik PKDP tersebut. Mereka mengerti kerusakan dan kebaikan kendaraan yang mereka bawa.

Kondisi pandemi yang berkepanjangan, tambahnya, membuat aktivitas ambulan ini semakin tinggi, dan nyaris tiap hari ada saja kegiatan pengangkutan mayat dan orang sakit ke rumah sakit. "Harapan kami, ambulan ini bertambah dari satu ke dua atau tiga unit. Dan ada pula ambulan khusus untuk korban meninggal dan korban yang sakit," harapnya.


Suka duka membawa ambulan jelas ada. Apalagi jarak tempuh yang lumayan jauh, melewati banyak daerah rawan dan angker, serta lintasan yang belum pernah ditempuh. 


"Saat kita masuk wilayah Jambi, ada rasa simpati dari sejumlah anak muda daerah itu, saat mendengar raungan serine mobil ambulan yang kita bawa ini," katanya.


Pada kesempatan ke tiga ambulan PKDP ini pulang ke kampung halamannya, membawa jenazah pensiunan TNI di Padang Pariaman yang berdomisili di Pasia Laweh, Lubuk Alung. Almarhum baru saja menghadiri pelantikan anaknya sebagai polisi militer di Cimahi, Jabar.


Dihubungi via telepon seluler Kamis (5/8), seorang pengurus PKDP Putrri Wahyu Novika yang berasal dari Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris menyebut, prosesi pemberangkatan jenazah lumayan singkat. Penyediaan peti, pemberian formalin dan pengurusan surat keterangan kematian sebagai surat jalan difasilitasi berbagai pihak.  


PKDP Cilegon kini dipimpin Adi Adam yang berasal dari Ampalu Kecamatan VII Koto Sungaisariak. Masa kecilnya ia lalui di Rambai Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Rambai, meski secara geografis bearada dalam wilayah Kota Pariaman, tapi secara adat bernaung di bawah kerapatan adat Nagari Ampalu. Adi saat ini juga memimpin PWI Kota Cilegon.


Jabatan Ketua PKDP Cilegon diamanahkan kepada Adi Adam beberapa tahun lalu menggantikan Muharman Koto yang didapuk masyarakat Minang untuk memimpin Ikatan Keluarga Minang Kota Cilegon. 


Muharman yang berasal dari Sungai Rotan, Kota Pariaman adalah seorang pengusaha sejumlah bidang. Sejak dari batubara hingga real estate. Muharman juga Ketua Ikatan Pencak Silat (IPSI) Kota Cilegon dan pengurus KONI. (suger)




×
Berita Terbaru Update