Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wagub Audy Joinaldy Jadi Penceramah di Masjid Raya Sumbar

Sabtu, 08 Mei 2021 | 11:50 WIB Last Updated 2021-05-08T04:50:40Z

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy jadi penceramah salat tarawih di Masjid Raya Sumbar.


Padang, Rakyatterkini.com - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy jadi penceramah salat tarawih di Masjid Raya Sumbar, Padang, Jumat 7 Mei 2021. Ceramahnya berjudul "Ekonomi Dalam Perspektif Islam dan Adat Minangkabau".


Pandemi membuat pemerintah mereposisi langkah ke depan dengan mengutamakan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembangunan Sumbar ke depan.


"Selain akselerasi otomasi dan digitalisasi tentunya ada tren yang mengharuskan kita semua melakukan pemulihan hijau. Ternyata Covid-19 berdampak pada tujuan berkelanjutan terhadap risiko ekonomi yang kita alami, penurunan daya beli masyarakat, angka kemiskinan meningkat," kata Audy Joinaldy.


Keadaan saat ini sangat memprihatinkan terutama untuk kalangan milenial cenderung tidak bisa menghadapi tantangan hidup. Untuk itu milenial harus bisa memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan Pendidikan agama yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. 


Di tengah perkembangan zaman yang sangat cepat masyarakat ditantang dengan krisis ekonomi yang menjadi salah satu faktor yang memicu adalah pandemi Covid-19 harus memiliki kemapanan ekonomi yang menciptakan suasana yang membuat seseorang terpaksa untuk berbuat kriminalitas. 


Masuknya pengaruh modern tidak serta merta dapat mengubah dan menggoyahkan sudut pandang orang Minang. Hal ini dikarenakan karena falsafah hidup yang bersumber dari Adaik Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang berarti dalam menjalankan adat tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam. 


Menurutnya Minangkabau mampu memadukan antara adat istiadat dan nilai-nilai Islam tanpa melenceng dari Alquran dan hadis. 


Didalam Alquran surah At taubah ayat 105 juga dijelaskan tentang aktivitas ekonomi dan produktivitas yang berbunyi


وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ


Artinya:

Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."


"Kita mempunyai keuangan yang dikumpulkan untuk berbagi bersama. Ini jika dikelola dengan baik akan menjadi potensi yang sangat luar biasa dan bisa memajukan kesejahteraan umat. Potensi yang kita miliki yaitu zakat umat yang kita kelola dengan baik dengan angka yang sangat besar yaitu pada tahun 2019 hingga 2020 Baznas bisa mengumpulkan hingga Rp239.003 miliar," jelasnya.


Potensi zakat dari umat Islam di Indonesia khususnya Sumatera Barat sangatlah besar, namun realisasinya masih sedikit. Setidaknya ada tiga kendala yang membuat penerimaan zakat di Indonesia masih minim. (hms-sumbar)




×
Berita Terbaru Update