Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kerjasama dengan IPB, Mahyeldi: Ingin Sumbar Berikan Harga Daging Ekonomis

Selasa, 13 April 2021 | 17:50 WIB Last Updated 2021-04-13T10:50:24Z
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menandatangani nota kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Disaksikan wakil gubernur, Audy Joinaldy dan pejabat lainnya.

Bogor, Rakyatterkini.com - Memacu percepatan pembangunan Sumatera Barat, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian dengan segala perangkatnya.


Perlu kekuatan kolaborasi dan networking menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Birokrasi mesti menggandeng akademisi, komunitas, pengusaha, dan media jika ingin sukses membangun masyarakatnya.


Itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dalam acara Penandatangan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja Antara Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumbar dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang Sinergi Pelaksanaan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di IPB Bogor, Selasa 13 April 2021. 


Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, Dekan Fakultas Institut Pertanian Bogor, Ketua Umum DPD Himpunan Alumni IPB Sumatera Barat Nurul Amri, dan beberapa Kepala SKPD terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.


Gubernur Sumbar juga mengapresiasi kerjasama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan IPB dalam rangka bagaimana keilmuan sains dan potensi daerah Sumbar mampu memberikan karya terbaik untuk berkontribusi dalam keberhasilan pembangunan nasional.


Gubernur Sumbar juga sampaikan, di era globaliasasi dimana informasi dapat diakses dengan begitu mudahnya maka pemahaman akan interaksi dengan lingkungan sekitar harus dibina untuk bersama-sama memajukan potensi masing-masing melalui jalinan kerja sama. 


Kerja sama yang baik antar daerah dan antar negara di lingkup regional maupun global perlu dibangun berdasarkan skala prioritas kebutuhan masing-masing yang didukung dengan pemahaman dan penguasaan terhadap aspek-aspek kerja sama serta potensi yang dimiliki yang harus ditumbuhkan pada aparatur pemerintah selaku motor penggerak pembangunan untuk meningkatkan pelayanan umum kepada masyakarat.


Mahyeldi juga katakan, pertumbuhan generasi milenial dan generasi Z secara revolusioner mengubah cara pandang kita dalam bekerja. 


Pemprov Sumbar sedang berupaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi daerah melalui disektor unggulan, Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Pariwisata, UMKM, Kelautan dan Perikanan, dengan melakukan sinergitas dengan beberapa pihak, termasuk dengan Institut Pertanian Bogor. 


"Pertanian menjadi sektor unggulan di pemerintahan kami saat ini, dimana sektor pertanian mempengaruhi 23% perekonomian di Sumatera Barat, yang membuat pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat masih berada di atas rata-rata nasional," ungkapnya.


Tidak hanya Pertanian, Sumatera Barat memiliki potensi peternakan, pariwisata, kelautan dan perikanan yang mana akan menjadi primadona baru guna mendongkrak perekonomian di Sumatera Barat. 


Namun, potensi dimaksud belum di implementasikan secara maksimal serta ditambah kerusakan lahan dibeberapa daerah di Sumatera Barat.


Melakukan sinergitas dengan Institut Pertanian Bogor menjadi salah satu solusi yang tepat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia di Sumatera Barat, dan mempercepat perwujudan produk unggulan di sektor pertanian.


Meningkatkan ekonomi kreatif dan daya saing kepariwisataan yang telah dituangkan dalam ruang lingkup dari Nota Kesepakatan yang akan kita tandatangani pada hari ini.


"OPD terkait saya minta untuk segera menindaklanjuti dengan membuat rencana aksi lebih lanjut sesuai dengan rencana kerja yang kita susun sehingga penandatangan ini tidak hanya seremonial semata, "pinta Mahyeldi. (hms-sumbar)




×
Berita Terbaru Update