Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat, 14 Mei 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
40.111 878 36.370 479
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gubernur Mahyeldi, untuk Kemajuan Daerah Dibutuhkan Kolaborasi dan Sinergitas

Kamis, 29 April 2021 | 22:20 WIB Last Updated 2021-04-29T15:20:08Z
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi jalin kerjasama dengan Universitas Andalas.


Padang, Rakyatterkini.com - Pertumbuhan generasi milenial secara revolusioner mengubah cara pandang kita dalam bekerja. 


Dunia semakin dinamis, kehidupannya semakin kompleks, kebutuhannya semakin beragam, ritme kerja semakin mobile dan cepat, serta tantangannya semakin tinggi dan intens. 


Pemerintah Daerah harus bisa merespons dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang terjadi, dimana pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian dengan perangkat daerahnya.


Itu dikatakan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dalam penandatangan nοta kesepakatan dan rencana kerja antara pemerintah provinsi dengan Universitas Andalas (Unand) tentang sinergi pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di Auditorium gubernuran, Kamis 29 April 2021.


Gubernur juga tambahkan, di era globalisasi dimana informasi dapat diakses dengan begitu mudahnya maka pemahaman akan interaksi dengan lingkungan sekitar harus dibina untuk bersama-sama memajukan potensi masing-masing melalui jalinan kerja sama. 


Kerja sama yang baik antar daerah dan lintas sektoral di lingkup regional maupun global perlu dibangun berdasarkan skala prioritas kebutuhan masing-masing yang didukung dengan pemahaman dan penguasaan terhadap aspek-aspek kerja sama. 


Dengan pemahaman dan penguasaan aspek kerja sama yang baik, maka kerja sama dapat menjadi salah satu potensi untuk mendukung dan mengisi celah pembangunan yang belum dapat dipenuhi seutuhnya oleh pemerintah, baik untuk program pembangunan di level nasional maupun untuk pembangunan di level daerah.


Mahyeldi katakan, kolaborasi dan networking menjadi kunci keberhasilan pembangunan sebuah pemerintahan daerah. Birokrasi harus menggandeng akademisi, komunitas, pengusaha, dan media jika ingin sukses membangun masyarakatnya. Inilah yang kemudian disebut dengan pendekatan pentahelix pembangunan.


"Pandemi virus corona Covid-19 memukul hampir semua sektor yang berimbas pada anjloknya ekonomi, tak terkecuali di Sumatera Barat. Pada 2020, realisasi pertumbuhan ekonomi provinsi ini minus 1,60 persen. 


Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat jauh menurun dibanding tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,01 persen dan pada 2018 mencapai 5,14 persen.


Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupaya melakukan percepatan pemulihan perekonomian dengan mengandalkan potensi disektor unggulan Sumatera Barat dengan melakukan sinergitas dengan beberapa pihak, termasuk dengan Universitas Andalas.


"Kita berharap juga Universitas Andalas bisa menjadi Katalisator Pembangunan Sumatera Barat serta menunjang visi dan misi gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat, yaitu “Mewujudkan Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan," ujarnya. 


Dengan beberapa misi sebagai berikut meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia, Sehat, Berpengetahuan, Terampil dan Berdaya Saing. Meningkatkan Tata Kehidupan Sosial Kemasyarakatan berdasarkan ABS-SBK (Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah).


Meningkatkan Nilai tambah dan Produktifitas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan. Meningkatkan Usaha Perdagangan dan Industri Kecil/Menengah serta Ekonomi Digital. Meningkatkan Ekonomi Kreatif dan Daya Saing Kepariwisataan. 


Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur yang Berkeadilan dan Berkelanjutan. Mewujudkan Tata Kelola Pemrintahan dan Pelayanan Publik yang bersih, akuntabel serta berkualitas.


Mahyeldi juga ungkapkan sinergitas dengan Unand menjadi salah satu solusi yang tepat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia di Sumbar dan mempercepat perwujudan produk unggulan Pemerintah Provinsi Sumbar di sektor pertanian serta meningkatkan ekonomi kreatif dan daya saing kepariwisataan yang telah dituangkan dalam ruang lingkup nota kesepakatan ditandatangani.


"Kepada Kepala OPD terkait saya minta untuk segera menindaklanjuti membuat rencana aksi lebih lanjut sesuai dengan rencana kerja yang kita susun sehingga penandatangan ini tidak hanya seremonial semata. 


Semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapat restu dan berkah dari Allah SWT, sehingga ke depan setelah penandatanganan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja Sinergitas ini, semua pihak yang terkait dapat melaksanakan komitmennya dengan baik dengan semangat saling berbagi," pungkasnya. (hms-sumbar)




×
Berita Terbaru Update