Notification

×

Iklan

PLN Raih Dua Penghargaan WEPs Awards 2026

Minggu, 01 November 2026 | 11:26 WIB Last Updated 2026-11-01T04:26:00Z

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia

Jakarta, Rakyatterkini.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kesetaraan gender melalui penerapan budaya kerja yang inklusif serta berbagai program pemberdayaan perempuan. Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan dan membangun kemandirian ekonomi.

Komitmen tersebut membawa PLN meraih dua penghargaan dalam ajang UN Women Indonesia Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026. Perusahaan listrik negara itu memperoleh predikat Winner pada kategori Gender Inclusive Workplace serta First Runner Up untuk kategori Community Engagement and Partnership.

Dalam acara penyerahan penghargaan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (29/10), Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amurwani Dwi Lestariningsih, menyampaikan bahwa kesetaraan gender harus diwujudkan melalui lingkungan kerja yang terbuka dan memberikan peluang yang sama bagi perempuan untuk mengembangkan kemampuan maupun jenjang karier.

Menurutnya, persoalan ini masih menjadi tantangan di Indonesia. Tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tercatat sekitar 56 persen, sedangkan laki-laki mencapai kurang lebih 84 persen.

Amurwani menjelaskan, perempuan tidak hanya membutuhkan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan, tetapi juga lingkungan profesional yang mendukung pengembangan diri, kesejahteraan, serta keseimbangan dalam menjalankan tanggung jawab kehidupan.

Ia juga menekankan bahwa penerapan kesetaraan gender tidak boleh terbatas pada perusahaan formal. Perhatian serupa perlu diberikan kepada perempuan yang bekerja di sektor informal, menjalankan usaha, maupun terlibat dalam rantai pasok. Bentuk dukungan tersebut antara lain kemudahan memperoleh pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital, pendampingan bisnis, hingga perluasan akses pemasaran bagi UMKM yang dikelola perempuan.

Pada kesempatan yang sama, Country Representative and Liaison for ASEAN UN Women Indonesia, Ulziisuren Jamsran, memberikan apresiasi kepada seluruh penerima WEPs Awards 2026. Ia menilai para pemenang telah menunjukkan penerapan prinsip pemberdayaan perempuan melalui kebijakan dan kegiatan nyata di lingkungan perusahaan.

Ulziisuren menyebutkan, komitmen terhadap kesetaraan gender harus diwujudkan melalui program yang jelas, dukungan anggaran, serta capaian yang dapat diukur. Ia berharap praktik positif tersebut dapat diterapkan lebih luas, mulai dari lingkungan internal perusahaan hingga jaringan rantai pasok dan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, mengungkapkan bahwa perusahaan terus menciptakan suasana kerja yang memberikan kesempatan setara bagi pegawai perempuan. Salah satu fokusnya adalah membuka ruang pengembangan karier sekaligus mempersiapkan perempuan agar mampu menduduki posisi kepemimpinan.

Untuk mendukung hal tersebut, PLN menerapkan sejumlah kebijakan yang memungkinkan pegawai menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Fasilitas yang diberikan meliputi empat pilihan pola kerja fleksibel sesuai kebutuhan pekerjaan, cuti ayah selama 30 hari atau 15 kali lebih lama dari ketentuan nasional, cuti melahirkan selama 120 hari, serta cuti dua hari bagi pegawai yang perlu merawat anggota keluarga yang sedang sakit.

Nurlely menegaskan, PLN menyediakan berbagai fasilitas dan kesempatan agar perempuan dapat mengembangkan kapasitas serta kariernya. Menurutnya, upaya mencetak pemimpin perempuan bukan hanya menjadi tanggung jawab divisi human capital, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran pimpinan perusahaan.

Selain memperkuat kesetaraan di tempat kerja, PLN juga menjalankan program pemberdayaan perempuan yang menyasar sektor ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Perusahaan menyadari bahwa penyediaan akses listrik bagi masyarakat perlu diikuti dengan upaya lain untuk mengurangi kesenjangan dan memperluas kesempatan bagi perempuan.

Berbagai inisiatif tersebut diwujudkan melalui Srikandi Movement dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini menyasar kelompok perempuan rentan, perempuan masyarakat adat, perempuan kepala keluarga, serta pelaku usaha yang mengembangkan potensi sumber daya lokal.

Sepanjang 2025, PLN telah menjalankan 139 program pemberdayaan berbasis gender bersama berbagai komunitas di Indonesia. Keseluruhan kegiatan tersebut tercatat memberikan manfaat kepada 327.415 perempuan di berbagai daerah.

Nurlely menambahkan, pemberdayaan perempuan membutuhkan proses berkelanjutan dan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan. Perempuan juga perlu mendapatkan pelatihan, pendampingan, akses pemasaran, serta peluang untuk mengembangkan kemampuan ekonomi.

Melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, PLN berupaya memastikan setiap program pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update