Parit Malintang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya sistem pendidikan yang mampu mengenali, menggali, serta mengembangkan potensi setiap peserta didik. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan memiliki keunggulan sesuai bakat serta kemampuan masing-masing.
Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi ketika menghadiri Seminar Nasional dalam rangka memperingati satu abad Institut Nasional Sjafei (INS) Kayutanam di Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (31/10/2026). Dalam kegiatan itu, Mahyeldi juga hadir sebagai salah seorang narasumber.
Ia menyampaikan bahwa setiap peserta didik mempunyai karakter, minat, bakat, dan kemampuan yang tidak sama. Oleh sebab itu, pendidikan seharusnya tidak memaksakan standar kemampuan yang seragam kepada seluruh siswa. Sebaliknya, sekolah perlu memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk menemukan dan mengasah potensi terbaiknya.
Menurut Mahyeldi, pendidikan sejatinya bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga upaya menumbuhkan, memfasilitasi, mengembangkan, dan menjaga potensi yang dimiliki setiap individu. Dalam hal ini, tenaga pendidik mempunyai tanggung jawab besar untuk memberikan dorongan, motivasi, serta bimbingan agar kemampuan peserta didik dapat berkembang secara maksimal.
Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi turut mengajak kalangan pendidikan untuk kembali mempelajari gagasan dan pemikiran tokoh pendidikan asal Sumatera Barat, terutama Engku Mohammad Sjafei. Tokoh tersebut dikenal telah membangun dasar pendidikan yang mengutamakan kemandirian, kreativitas, serta pembentukan karakter.
Mahyeldi menyebutkan, Sumatera Barat memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan pendidikan nasional. Hal itu terlihat dari banyaknya tokoh bangsa yang berasal dari daerah tersebut dan telah memberikan kontribusi penting bagi Indonesia.
Ia menilai, kekayaan sejarah dan pemikiran para tokoh tersebut merupakan modal berharga yang perlu dipelihara serta dikembangkan. Salah satu upayanya dapat dilakukan dengan mempererat hubungan antara masyarakat di ranah dan rantau, sekaligus memperkenalkan kembali tokoh-tokoh Minangkabau yang memiliki pengaruh hingga tingkat internasional.
"Perayaan 100 tahun INS Kayutanam hendaknya menjadi momentum bagi kita untuk semakin memperkuat kualitas dan kemajuan pendidikan di Sumatera Barat," ujar Mahyeldi.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan INS Kayutanam, Fasli Jalal, mengungkapkan bahwa Engku Mohammad Sjafei dan Ki Hajar Dewantara merupakan dua figur penting pendidikan nasional yang memiliki kesamaan pandangan mengenai peran pendidikan dalam membebaskan bangsa.
Menurut Fasli, kedua tokoh tersebut memandang pendidikan sebagai instrumen untuk membentuk manusia yang merdeka, mandiri, dan mempunyai karakter kuat.
Ia menjelaskan, konsep pendidikan yang diperkenalkan Engku Mohammad Sjafei berfokus pada pembentukan kemandirian, pengembangan kemampuan individu, serta penerapan pendidikan yang berpijak pada kebudayaan bangsa sendiri.
Fasli berharap, gagasan dan nilai-nilai yang diwariskan Engku Mohammad Sjafei tetap relevan dan terus diterapkan dalam dunia pendidikan. Dengan begitu, INS Kayutanam bersama seluruh elemen pendidikan di Sumatera Barat dapat memperluas kontribusinya dalam mendorong kemajuan bangsa, bahkan memberikan manfaat bagi masyarakat dunia.(da*)


