Notification

×

Iklan

Bupati Agam Buka Perkampungan Didikan Subuh

Minggu, 01 November 2026 | 03:48 WIB Last Updated 2026-10-31T20:48:00Z

180 Santri Ikuti Perkampungan Didikan Subuh

Agam, Rakyatterkini.com – Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, secara resmi membuka kegiatan Perkampungan Didikan Subuh (Perkadis) yang dipusatkan di Surau Kakbah, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut mengusung tema “Melalui Perkampungan Didikan Subuh Kita Wujudkan Generasi Qurani yang Berjiwa Islami, Berakhlakul Karimah, Berilmu, Berjiwa Kepemimpinan serta Kokoh dalam Ukhuwah Islamiyah.”

Pelaksanaan Perkadis ini merupakan bagian dari program yang didanai melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kabupaten Agam, Mohamad Zulfikri.

Dalam keterangannya, Mohamad Zulfikri menyebutkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 180 santriwan dan santriwati dari berbagai wilayah di Kecamatan Ampek Angkek.

Menurutnya, Perkadis menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk memperdalam pengetahuan agama Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan kepemimpinan.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi bagi kecamatan dan wilayah lain di Kabupaten Agam untuk mengembangkan program pembinaan keagamaan bagi anak-anak secara lebih luas.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai Perkampungan Didikan Subuh memiliki keterkaitan erat dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam, yakni Bangkik dari Surau melalui Gerakan Subuh Bangkit. Program ini bertujuan mengembalikan peran surau sebagai tempat pendidikan agama sekaligus pembentukan karakter generasi penerus.

Benni menjelaskan, dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, surau sejak dahulu mempunyai kedudukan penting. Selain menjadi tempat beribadah, surau juga berfungsi sebagai pusat pendidikan moral, penguatan keimanan, serta pewarisan nilai-nilai adat dan budaya.

Oleh sebab itu, ia berharap Perkadis tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk generasi Qurani yang memiliki keimanan kuat, wawasan luas, disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia.

Bupati juga mendorong agar kegiatan pembinaan seperti ini dapat diselenggarakan secara berkesinambungan di seluruh wilayah Kabupaten Agam. Untuk mewujudkannya, diperlukan keterlibatan bersama antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

“Melalui semangat Bangkik dari Surau, mari kita hidupkan kembali surau sebagai pusat pembinaan umat. Dari surau kita bangun karakter, dari Didikan Subuh kita siapkan generasi Rabbani, demi mewujudkan Agam Madani yang maju, adil, dan sejahtera,” ajaknya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update