Notification

×

Iklan

BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sumbar hingga 10 November

Senin, 02 November 2026 | 17:45 WIB Last Updated 2026-11-02T10:45:00Z

Ilustrasi

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul prakiraan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan berlangsung hingga 10 November 2026.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyikapi peringatan dini cuaca dan iklim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Sejumlah daerah di Sumbar diprediksi mengalami curah hujan cukup tinggi sehingga berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga banjir bandang.

Mahyeldi menyampaikan, warga yang bermukim di kawasan rawan bencana, terutama di sekitar aliran sungai dan wilayah perbukitan, perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan daerah aliran sungai. Kondisi cuaca ini perlu menjadi perhatian bersama agar kita dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sejak dini," ujar Mahyeldi di Padang, Senin (2/11/2026).

Mengacu pada prakiraan BMKG, selama 1–3 November 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Limapuluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, serta Kota Padang dan Kota Pariaman.

Pada 4–6 November, potensi hujan dengan intensitas serupa masih diperkirakan terjadi di sejumlah daerah tersebut, termasuk Kabupaten Solok. Selanjutnya, pada 7–10 November, wilayah yang berpotensi diguyur hujan semakin meluas, mencakup Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Limapuluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, serta beberapa wilayah perkotaan di Sumbar.

Selain memprakirakan intensitas hujan, BMKG juga menetapkan peringatan dini potensi curah hujan tinggi hingga 10 November 2026. Sebagian besar kabupaten dan kota di Sumbar berada dalam kategori Waspada dengan perkiraan curah hujan mencapai 150–200 milimeter per dasarian.

Sementara itu, lima daerah masuk kategori Siaga dengan potensi curah hujan berkisar 200–300 milimeter per dasarian. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, dan Kota Padang.

Meski belum terdapat wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan lebih dari 300 milimeter atau masuk kategori Awas, Mahyeldi menegaskan bahwa upaya kesiapsiagaan tetap harus menjadi perhatian.

"Untuk saat ini belum ada daerah yang diperkirakan mengalami potensi curah hujan di atas 300 milimeter atau kategori Awas. Kendati demikian, kesiapsiagaan tentu perlu terus dilakukan," tegasnya.

Gubernur juga meminta masyarakat agar terus memperhatikan perkembangan cuaca, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam durasi panjang. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan maupun di sekitar sungai diingatkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tanah longsor, banjir, dan banjir bandang atau galodo.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko saat menghadapi kondisi cuaca buruk. Warga diminta menghindari jalan yang terendam banjir, menjauhi lokasi rawan longsor ketika hujan lebat, serta segera menuju tempat aman apabila menemukan tanda-tanda akan terjadinya bencana.

"Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang, menghindari kawasan rawan longsor ketika hujan lebat, serta segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda potensi bencana," pesannya.

Selain masyarakat, Mahyeldi meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota beserta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperkuat langkah antisipasi. Koordinasi dengan BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu ditingkatkan, termasuk memastikan kesiapan personel serta peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan bencana.

Menurutnya, langkah pencegahan dan kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk harus dilakukan sejak dini untuk menekan dampak cuaca ekstrem serta melindungi keselamatan masyarakat.

Mahyeldi berharap pemerintah daerah, petugas terkait, dan masyarakat dapat bekerja sama membangun kesiapsiagaan. Ia juga mengajak warga untuk rutin mengikuti informasi resmi BMKG dan mematuhi arahan petugas di lapangan guna mengurangi risiko serta dampak bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update