Jakarta, Rakyatterkini.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sejak Jumat (30/10/2026) sore hingga Sabtu (31/10/2026) dini hari mengakibatkan sejumlah sungai meluap.
Dampaknya, sebanyak 19 rumah warga di sekitar Sungai Ciberem, Kecamatan Wangon, terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 50 sentimeter.
Tidak hanya permukiman, genangan air juga meluas ke area persawahan dan pekarangan milik warga. Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama berjam-jam hingga menyebabkan debit air sungai meningkat.
Dampak lainnya terjadi di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen. Tanggul Sungai Jimblem dilaporkan jebol sehingga air meluber dan merendam puluhan hektare lahan pertanian milik masyarakat.
Menanggapi kejadian tersebut, petugas gabungan bersama warga setempat segera melakukan penanganan darurat dengan memperbaiki bagian tanggul yang rusak. Upaya sementara ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan air kembali meluap dan memasuki kawasan permukiman.
Kapolsek Kebasen AKP Agus Rokhim mengatakan, hujan deras yang berlangsung cukup lama menjadi penyebab jebolnya tanggul Sungai Ciberem hingga air mengalir ke area persawahan warga.
"Hujan cukup tinggi dengan durasi cukup lama mengakibatkan tanggul Sungai Ciberem jebol dan menggenangi area persawahan warga," ujarnya saat berada di lokasi, Minggu (1/11/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, tercatat 34 peristiwa bencana alam terjadi di 11 kecamatan pada Sabtu (31/10/2026). Kejadian tersebut terdiri atas enam bencana banjir, 26 tanah longsor, serta dua peristiwa cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang.
Sementara itu, pemerintah desa melaporkan sebanyak 19 rumah di sekitar bantaran Sungai Ciberem mengalami dampak banjir. Masyarakat yang bermukim di kawasan dekat sungai diminta tetap waspada, mengingat wilayah Banyumas saat ini telah memasuki periode musim hujan.
Hingga Minggu (1/11/2026) sore, kondisi banjir dilaporkan sudah berangsur surut. Warga yang rumahnya terdampak mulai bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan berbagai material yang terbawa arus air ke dalam rumah.(da*)


