Notification

×

Iklan

WNA Makin Minat Naik Kereta Api di Sumbar

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:48 WIB Last Updated 2026-10-05T21:48:00Z

Penumpang WNA KAI Divre II Sumbar. 


Padang, Rakyatterkini.com – Penggunaan layanan kereta api lokal oleh warga negara asing (WNA) di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus menunjukkan tren pertumbuhan.

KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 5.427 pelanggan WNA sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut naik 6,70 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 5.086 pelanggan.

Peningkatan ini memperlihatkan bahwa kereta api lokal semakin menjadi salah satu pilihan transportasi bagi wisatawan mancanegara selama berada di Sumatera Barat. Selain menghubungkan berbagai kawasan, layanan kereta api juga memberikan akses menuju sejumlah daerah yang memiliki aktivitas pariwisata, ekonomi, maupun kegiatan masyarakat.

Jika melihat data beberapa tahun terakhir, jumlah pengguna WNA di KAI Divre II Sumbar juga mengalami perubahan cukup signifikan. Pada 2022 tercatat 1.007 pelanggan WNA. Angka tersebut melonjak menjadi 4.225 pelanggan pada 2023 atau bertambah 319,57 persen.

Tren peningkatan berlanjut pada 2024. Saat itu, jumlah pelanggan WNA mencapai 10.169 orang atau naik 140,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah tersebut berada di angka 6.997 pelanggan.

Sementara hingga Agustus 2026, jumlah pelanggan WNA telah mencapai 5.427 orang. Angka itu setara dengan sekitar 77,56 persen dari total pelanggan WNA sepanjang 2025, meski pencatatan 2026 baru berlangsung selama delapan bulan dan masih menyisakan empat bulan hingga akhir tahun.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan WNA menjadi sinyal positif terhadap peran kereta api lokal dalam menunjang mobilitas wisatawan internasional di Sumatera Barat.

Menurutnya, kenaikan 6,70 persen pada periode Januari–Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menunjukkan semakin beragamnya pengguna layanan kereta api.

“Kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi masyarakat lokal, tetapi juga mulai menjadi salah satu pilihan wisatawan mancanegara ketika beraktivitas dan bepergian di Sumatera Barat,” ujar Reza.

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi KAI Divre II Sumbar untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan standar pelayanan kepada seluruh pelanggan.

KAI, kata Reza, berupaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, mudah diakses, serta inklusif bagi setiap pelanggan tanpa melihat latar belakang ataupun kewarganegaraan.

“Setiap pelanggan mempunyai kebutuhan dan harapan yang harus kami layani secara optimal. Karena itu, peningkatan pelanggan WNA juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan, penyampaian informasi perjalanan, kemudahan akses, hingga pengalaman pelanggan selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan,” katanya.

Pertumbuhan pelanggan WNA juga terlihat di sejumlah stasiun. Artinya, peningkatan tersebut tidak hanya terpusat pada satu titik pelayanan.

Di Stasiun Padang, misalnya, jumlah pelanggan WNA naik dari 1.071 orang pada Januari–Agustus 2025 menjadi 1.338 orang pada periode yang sama 2026. Pertumbuhan tersebut mencapai 24,93 persen.

Stasiun Pariaman juga mengalami peningkatan dari 560 menjadi 679 pelanggan atau tumbuh 21,25 persen. Sedangkan Stasiun Air Tawar mencatat kenaikan dari 421 menjadi 443 pelanggan, atau sebesar 5,23 persen.

Sejumlah stasiun dengan jumlah pelanggan yang lebih kecil bahkan mencatat pertumbuhan persentase yang lebih tinggi. Stasiun Kuraitaji meningkat dari 79 menjadi 154 pelanggan atau tumbuh 94,94 persen.

Kemudian Stasiun Kayutanam bertambah dari 44 menjadi 78 pelanggan atau naik 77,27 persen. Sementara Stasiun Sicincin mencatat kenaikan dari 25 menjadi 78 pelanggan, atau tumbuh hingga 212 persen.

Reza menyebut persebaran pertumbuhan tersebut menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan KAI. Tidak hanya jumlah secara keseluruhan, pola perjalanan dan persebaran pelanggan WNA di berbagai stasiun juga menjadi indikator penting.

“Pertumbuhan di sejumlah stasiun memberikan gambaran bahwa kebutuhan mobilitas WNA menggunakan kereta api tidak hanya terdapat di satu kawasan, tetapi sudah tersebar di berbagai wilayah layanan,” jelasnya.

Jika diakumulasikan sejak 2022 hingga Agustus 2026, Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi lokasi dengan jumlah pelanggan WNA terbanyak, yakni 10.229 orang.

Selanjutnya, Stasiun Padang mencatat 5.681 pelanggan, Stasiun Pariaman 2.889 pelanggan, serta Stasiun Air Tawar sebanyak 1.861 pelanggan.

Khusus selama Januari–Agustus 2026, jumlah pelanggan WNA di BIM mencapai 1.345 orang, sedangkan Stasiun Padang sebanyak 1.338 orang. Kedua stasiun tersebut secara bersama-sama memberikan kontribusi sekitar 49,45 persen dari total pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar hingga Agustus 2026.

Adapun lima stasiun dengan jumlah pelanggan WNA terbanyak pada periode tersebut terdiri dari BIM, Padang, Pariaman, Air Tawar, dan Pasar Alai. Kelimanya mencatat total 4.050 pelanggan atau sekitar 74,63 persen dari keseluruhan pelanggan WNA.

Reza menjelaskan, keberadaan stasiun yang terhubung dengan pusat kota, kawasan aktivitas masyarakat, serta jalur menuju destinasi wisata menjadi salah satu faktor yang mendukung kemudahan mobilitas wisatawan mancanegara.

“KAI Divre II Sumbar akan terus meningkatkan layanan dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, kemudahan, dan kualitas pelayanan. Kami berharap kereta api semakin mampu mendukung konektivitas pariwisata dan perekonomian Sumatera Barat, termasuk memberikan kemudahan bagi wisatawan mancanegara dalam melakukan perjalanan,” pungkas Reza.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update