Notification

×

Iklan

Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Yahukimo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:48 WIB Last Updated 2026-10-13T02:48:00Z

Satgas Damai Cartenz memburu KKB yang melakukan aksi teror

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga menembak hingga tewas seorang warga sipil berinisial A di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pelaku disebut menuduh korban sebagai anggota intelijen TNI. Namun, tuduhan tersebut telah dibantah oleh pihak Satgas Operasi Damai Cartenz-2026.

Selain menewaskan warga sipil, kelompok yang dipimpin Kopitua Heluka itu juga melakukan penyerangan terhadap seorang pegawai negeri sipil (PNS) hingga mengalami luka serius. Kedua peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada 11 dan 12 Oktober 2026.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa informasi yang menyebut korban A merupakan anggota intelijen TNI tidak benar.

Menurut Yusuf, korban merupakan warga sipil yang sehari-hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di Dekai. Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terbukti kebenarannya.

“Informasi yang menyebut korban berinisial A sebagai anggota intelijen adalah tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil murni yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya di Dekai. Kami mengimbau masyarakat tidak mempercayai isu provokatif,” ujar Yusuf, Senin (12/10/2026).

Peristiwa penembakan pertama berlangsung di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIT. Saat itu, korban A yang berusia 46 tahun baru selesai membantu menurunkan muatan bahan kebutuhan pokok dari sebuah truk.

Korban kemudian ditemukan tergeletak dengan luka tembak dan segera dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Aksi kekerasan berikutnya terjadi pada Senin (12/10/2026) pagi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3, Distrik Dekai. Seorang PNS berinisial ET (51) diserang oleh dua orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam ketika sedang menyapu halaman rumahnya.

Akibat serangan tersebut, ET mengalami luka akibat sabetan senjata tajam pada pergelangan tangan kiri dan bagian punggung. Meski mengalami luka serius, korban dilaporkan masih dapat bertahan hidup.

Menindaklanjuti kedua kejadian itu, tim gabungan aparat keamanan langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik di Distrik Dekai.

Yusuf menjelaskan, petugas telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap identitas pelaku.

“Petugas saat ini telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara, mengumpulkan alat bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi guna mengidentifikasi dan memburu para pelaku penyerangan tersebut secara hukum,” kata Yusuf.

Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut dan mengejar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kedua korban.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update