Notification

×

Iklan

Puan Minta Penanganan Banjir Padang Dipercepat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:28 WIB Last Updated 2026-10-13T03:28:00Z

Ketua DPR RI Puan Maharani

Jakarta, Rakyatterkini.com – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mempercepat dan mengoptimalkan penanganan banjir bandang yang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Ia menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, mulai dari proses evakuasi hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/10/2026). Ia menyebut bencana yang melanda Padang menjadi keprihatinan bersama dan membutuhkan respons cepat dari pemerintah.

Menurut Puan, upaya penanganan darurat harus dilakukan secara maksimal untuk memastikan warga yang berada di kawasan terdampak mendapatkan pertolongan dan perlindungan yang memadai.

Banjir bandang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kota Padang, terutama Kecamatan Kuranji dan Nanggalo. Derasnya arus air membuat sejumlah warga terjebak dan membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan diri.

Tim SAR gabungan dilaporkan berhasil mengevakuasi lebih dari 50 warga yang terjebak banjir di kawasan Koto Tangah akibat meluapnya sungai. Petugas menggunakan perahu karet dan tali untuk menjangkau warga di tengah kondisi arus yang deras.

Puan mengapresiasi upaya petugas dan relawan yang terlibat dalam proses penyelamatan. Ia menilai, kecepatan pertolongan serta tersedianya tempat berlindung yang aman sangat penting bagi warga yang menghadapi situasi darurat.

Ia juga menyoroti kekhawatiran keluarga terhadap keselamatan kerabat mereka yang terdampak bencana. Karena itu, menurutnya, pemerintah harus memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat secara tepat waktu.

Selain mengutamakan evakuasi, Puan meminta pemerintah pusat dan daerah segera memenuhi kebutuhan pokok warga terdampak, termasuk masyarakat yang terpaksa meninggalkan rumah dan tinggal di pengungsian.

Ia menegaskan, warga harus memperoleh kepastian mengenai perlindungan selama masa darurat berlangsung.

Pengungsi Membutuhkan Fasilitas Memadai

Bencana banjir bandang tersebut dilaporkan berdampak pada tiga kecamatan dan enam kelurahan di Kota Padang. Lebih dari 600 orang terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi, sementara pendataan terhadap warga terdampak dan pengungsi masih terus diperbarui.

Puan meminta pemerintah menyediakan tempat pengungsian yang aman, layak, dan nyaman. Fasilitas kesehatan juga perlu disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan medis masyarakat selama berada di pengungsian.

Selain itu, bantuan berupa selimut, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya dinilai penting karena banyak warga harus meninggalkan rumah tanpa sempat membawa perlengkapan yang memadai.

Ia turut mengingatkan agar pengelola pengungsian memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta warga yang memiliki penyakit bawaan.

Menurut Puan, keputusan untuk mengungsi harus dibarengi dengan jaminan bahwa masyarakat memperoleh tempat tinggal sementara yang layak dan dukungan hingga situasi memungkinkan mereka kembali ke rumah.

Ia memahami bahwa warga terdampak tidak hanya memikirkan keselamatan diri dan keluarga, tetapi juga kondisi rumah yang ditinggalkan, pekerjaan yang terganggu, serta kebutuhan hidup selama berada di pengungsian.

Karena itu, pemerintah diharapkan mampu memberikan pendampingan dan kepastian perlindungan agar masyarakat dapat memprioritaskan keselamatan tanpa dibayangi kekhawatiran berlebihan.

Perbaikan Rumah dan Pemulihan Ekonomi

Dari hasil pendataan sementara, banjir bandang di Padang menyebabkan satu rumah mengalami kerusakan berat dan empat rumah rusak sedang. Sementara itu, sekitar 120 rumah lainnya dilaporkan terdampak banjir.

Bencana tersebut juga mengakibatkan akses jalan di wilayah Kuranji terputus sehingga menyulitkan perjalanan menuju sejumlah kawasan terdampak.

Menanggapi kondisi itu, Puan mendorong pemerintah memberikan perhatian terhadap perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan. Ia menilai, peralihan dari masa tanggap darurat ke tahap pemulihan harus disertai pembagian tanggung jawab yang jelas dan keberlanjutan bantuan bagi masyarakat.

Tidak hanya menyangkut kerusakan bangunan, pemulihan juga perlu mencakup kehidupan ekonomi warga yang kehilangan penghasilan akibat bencana.

Puan meminta pemerintah menyiapkan langkah pemulihan mata pencaharian agar masyarakat dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. Bantuan yang berkelanjutan dinilai penting untuk mencegah warga kembali terlalu dini ke daerah rawan banjir karena tuntutan ekonomi.

Pemerintah Diminta Mendengar Aspirasi Warga

Puan menilai, pengalaman dan masukan masyarakat terdampak perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan penanganan lanjutan. Informasi yang jelas mengenai kondisi wilayah, jaminan perlindungan, serta rencana pemulihan dibutuhkan agar warga dapat mengambil keputusan dengan lebih baik.

Ia menambahkan, kepastian selama masa pemulihan akan membantu keluarga melewati dampak bencana sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.

Di samping penanganan jangka pendek, Puan mengingatkan pentingnya memperkuat mitigasi bencana untuk mengurangi risiko kejadian serupa pada masa mendatang.

Salah satu langkah yang perlu diperhatikan adalah memperbaiki tanggul yang jebol di daerah aliran sungai sekitar lokasi banjir. Upaya tersebut dinilai penting sebagai bagian dari pencegahan dan pengurangan risiko banjir susulan.

Puan menyatakan DPR RI melalui komisi terkait akan mengawasi pelaksanaan penanganan darurat hingga program pemulihan pascabanjir di Kota Padang. Ia berharap koordinasi antara pemerintah, DPR, petugas penyelamat, relawan, dan masyarakat dapat berjalan optimal demi mempercepat penanganan bencana.

Ia juga menekankan perlunya dukungan peralatan yang memadai bagi tim SAR dan relawan. Ketersediaan perlengkapan yang sesuai akan membantu proses penyelamatan berlangsung lebih efektif sekaligus menjaga keselamatan petugas dan warga yang ditolong.

Puan berharap seluruh upaya penanganan dilakukan secara berkesinambungan sehingga masyarakat Padang dapat melewati masa darurat dengan aman dan memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk bangkit setelah bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update