Notification

×

Iklan

Tol Pekanbaru–Padang Segera Disiapkan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:48 WIB Last Updated 2026-10-08T19:48:00Z

Gerbang Tol Pekanbaru

Padang, Rakyatterkini.com — PT Hutama Karya (Persero) terus mematangkan rencana pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya koridor Pekanbaru–Padang yang akan memperkuat konektivitas antara Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menjelaskan, pembangunan jaringan JTTS dilaksanakan secara bertahap. Setiap proyek disesuaikan dengan tingkat kesiapan, kebutuhan konektivitas antardaerah, serta kemampuan pendanaan yang tersedia.

Menurut Iwan, pelaksanaan penugasan pembangunan JTTS tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, kualitas konstruksi dan kesinambungan proyek.

“Setiap ruas yang terhubung kami harapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas untuk bertemu keluarga menjadi lebih mudah, pelaku usaha memperoleh akses pasar yang semakin luas, sementara pengguna jalan bisa menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” ujar Iwan, dikutip Kamis (8/10/2026).

Hutama Karya mencatat, sampai Agustus 2026 total jalan tol yang telah dibangun dalam jaringan JTTS mencapai sekitar 1.160 kilometer. Dari total tersebut, sekitar 982 kilometer sudah dapat digunakan masyarakat.

Ke depan, perusahaan menyiapkan beberapa koridor baru untuk dikembangkan. Selain Pekanbaru–Padang, terdapat pula koridor Jambi–Rengat. Pelaksanaan masing-masing proyek akan mengikuti kesiapan teknis dan skema pengusahaan yang telah ditentukan.

Koridor Pekanbaru–Padang

Rencana pembangunan Tol Pekanbaru–Padang dinilai memiliki posisi penting dalam memperkuat jaringan transportasi di Pulau Sumatra. Kehadiran jalan tol tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat distribusi barang antara Riau dan Sumatera Barat.

Di wilayah Sumatera Barat, salah satu bagian yang masuk dalam rencana pengembangan adalah jalur dari Sicincin menuju Bukittinggi. Sejumlah pembahasan sebelumnya telah dilakukan pemerintah bersama Hutama Karya, terutama berkaitan dengan trase, pembebasan lahan dan penyesuaian terhadap rencana pembangunan.

Hutama Karya menyebut pengembangan jalan tol tidak semata-mata ditentukan berdasarkan pertimbangan teknis. Faktor kebutuhan konektivitas, potensi manfaat bagi masyarakat, serta dukungan terhadap arus barang juga menjadi bagian dari pertimbangan.

Jika terealisasi, koridor Pekanbaru–Padang berpotensi meningkatkan akses menuju berbagai pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra produksi hingga titik-titik logistik yang berada di sepanjang jalur tersebut.

Pendanaan Menjadi Faktor Penting

Hutama Karya menegaskan bahwa pembangunan JTTS tetap dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan proyek dan kapasitas pembiayaan.

Untuk meningkatkan kualitas persiapan proyek, perusahaan melakukan penyempurnaan terhadap prosedur studi kelayakan, kajian risiko serta mekanisme pengawasan dan pengendalian pekerjaan.

Berbagai langkah tersebut ditujukan agar setiap proyek dapat dipersiapkan secara lebih matang dan memiliki kesesuaian antara kebutuhan pembangunan, prioritas investasi serta kemampuan pendanaan.

Dalam menjaga kesinambungan pembangunan JTTS, Hutama Karya juga menyiapkan beberapa pilihan sumber pembiayaan. Di antaranya adalah pembayaran berkala berbasis layanan dan skema asset recycling.

Melalui asset recycling, aset jalan tol yang telah beroperasi dapat dioptimalkan nilainya untuk membantu membiayai investasi pada pengembangan proyek berikutnya.

BAKN DPR Soroti Dampak Ekonomi

Di sisi lain, Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ikut melakukan penelaahan terhadap tata kelola dan efektivitas pembangunan JTTS. Perhatian tidak hanya diarahkan pada aspek pengelolaan infrastruktur, tetapi juga manfaat jalan tol terhadap konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumatra.

Penelaahan tersebut dilakukan dalam kunjungan kerja BAKN DPR RI ke Pekanbaru pada Jumat (2/10/2026). Dalam agenda itu, turut dibahas pelaksanaan penugasan pemerintah serta akuntabilitas dalam pengelolaan infrastruktur JTTS.

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan keberhasilan pembangunan tol perlu diukur dari manfaat yang dihasilkan. Indikatornya antara lain kualitas pelayanan, kelancaran transportasi dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pembangunan JTTS harus ditopang perencanaan yang baik dan pengelolaan sumber daya yang dapat dipertanggungjawabkan. Ukuran efektivitasnya tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga kualitas layanan dan manfaatnya bagi transportasi serta perekonomian masyarakat,” kata Andreas.

Sementara itu, anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menilai pembangunan infrastruktur jalan tol harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi ekonomi di daerah yang dilintasinya.

Menurut dia, akses tol perlu terkoneksi dengan kawasan industri, sentra produksi dan pusat logistik. Konektivitas tersebut dapat membantu dunia usaha menekan hambatan distribusi, memperluas jangkauan pasar sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Hutama Karya memastikan koordinasi dengan pemerintah, DPR dan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mendukung tata kelola serta keberlanjutan pembangunan JTTS.

Khusus untuk koridor Pekanbaru–Padang, sejumlah aspek seperti kesiapan proyek, sumber pendanaan, penetapan trase dan proses pembebasan lahan masih menjadi faktor penting yang harus dipersiapkan sebelum masuk ke tahapan pembangunan selanjutnya.

Pembangunan koridor ini diharapkan nantinya bukan hanya memperpendek perjalanan antara Riau dan Sumatera Barat, tetapi juga memberikan dorongan terhadap konektivitas ekonomi, kelancaran logistik dan distribusi barang di kawasan tengah Pulau Sumatra.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update