Notification

×

Iklan

SPKLU Center Pertama Sumbar Resmi Diresmikan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:45 WIB Last Updated 2026-10-02T13:45:00Z

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meresmikan 

Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center pertama di Sumbar. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah bersama PLN dalam memperluas ekosistem kendaraan listrik sekaligus mempercepat penggunaan energi ramah lingkungan.

SPKLU Center tersebut diresmikan di Kantor Pelayanan PLN SBU Regional Sumatera Bagian Tengah, Kamis (1/10/2026). Fasilitas ini diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik serta mendukung target Sumbar menuju provinsi yang lebih hijau.

Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada PLN yang terus melakukan pengembangan di sektor kelistrikan, termasuk dengan menghadirkan SPKLU Center di Sumatera Barat.

Menurutnya, pengembangan energi bersih menjadi salah satu fokus Pemprov Sumbar. Tidak hanya mendorong penggunaan kendaraan listrik, pemerintah juga mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan dari berbagai sumber, seperti tenaga surya, panas bumi, dan energi air.

Mahyeldi mengatakan, upaya tersebut turut memperoleh perhatian dan dukungan dari sejumlah pihak internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Sumbar disebut mendapatkan dukungan dari Norwegia senilai 3,5 juta dolar AS untuk program lingkungan dan energi bersih. Dukungan dari Jerman melalui KfW juga disebut tengah menjadi bagian dari kerja sama yang dikembangkan.

Ia berharap berbagai dukungan tersebut dapat mempercepat terwujudnya program Green Province di Sumbar. Karena itu, sinergi dengan PLN dan Kementerian ESDM dinilai penting untuk terus diperkuat.

Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, juga telah mengarahkan agar pengadaan atau penggantian kendaraan dinas pemerintah secara bertahap menggunakan kendaraan listrik. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.

Dengan semakin tersedianya infrastruktur pengisian daya, Mahyeldi berharap masyarakat semakin mudah beralih menggunakan kendaraan listrik. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik merupakan salah satu langkah untuk menekan emisi sekaligus mendukung pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Ia juga berharap program SPKLU Center serta berbagai program kelistrikan yang diberikan PLN dapat mempercepat penerapan konsep energi hijau di Sumatera Barat.

Peresmian SPKLU Center dilakukan Mahyeldi bersama jajaran PLN dan Kementerian ESDM yang diawali dengan pengucapan basmalah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus memperkuat peran Sumbar dalam mendukung agenda transisi energi nasional.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengatakan, pertumbuhan kendaraan listrik harus dibarengi dengan peningkatan ketersediaan fasilitas pengisian daya.

Ia menjelaskan, peralihan penggunaan energi menuju listrik merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060. Strategi tersebut tidak hanya diterapkan pada sektor transportasi, tetapi juga diarahkan untuk berbagai sektor lainnya, termasuk rumah tangga.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Sumatera Barat saat ini telah memiliki 102 unit SPKLU. Sekitar 90 unit di antaranya merupakan fasilitas yang didominasi oleh PLN.

Andriah menilai jumlah tersebut masih memungkinkan untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Saat ini, satu SPKLU di Sumbar rata-rata melayani sekitar enam kendaraan, sedangkan ketentuan yang berlaku memperkirakan satu SPKLU dapat melayani hingga 17 kendaraan.

Artinya, masih tersedia peluang cukup besar untuk meningkatkan jumlah kendaraan listrik sekaligus memperluas infrastruktur pengisian daya di Sumatera Barat.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri menjelaskan, SPKLU Center yang baru diresmikan memiliki lima unit pengisian ultra fast charging. Masing-masing unit mempunyai kapasitas 120 kW sehingga total kapasitas yang tersedia mencapai 600 kW.

Selain membangun SPKLU Center, PLN juga menghadirkan program potongan harga sebesar 50 persen untuk pemasangan baru dan penambahan daya listrik di Sumatera Barat. Program tersebut berlaku selama dua pekan dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat.

Arsyadany menambahkan, hingga Agustus 2026 jumlah kendaraan listrik yang telah beroperasi di Sumbar mencapai lebih dari 580 unit.

Sementara secara nasional, PLN telah menyediakan lebih dari 3.200 lokasi SPKLU. Jumlah transaksi pada fasilitas tersebut mencapai sekitar 700.000 transaksi setiap bulan.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah charger yang tersedia, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut mampu memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update