Pasbar, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mulai mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan estimasi anggaran awal mencapai Rp340 miliar. Pembangunan sekolah tersebut dijadwalkan dimulai pada November 2026, dengan target operasional dan penerimaan siswa pada Juni 2027.
Salah satu tahapan yang tengah diselesaikan adalah pengalihan aset berupa lahan seluas 20 hektare dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penyerahan ini dapat dilakukan setelah proses pemecahan sertifikat tanah dari sertifikat induk rampung.
Penandatanganan berita acara serah terima aset dilaksanakan oleh Bupati Pasaman Barat, Yulianto, di Hotel Aston Bintaro, Jakarta, pada 15 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Yulianto didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Yandra, serta Kepala Dinas Pendidikan, Imter Pedri.
Tim Teknis Kemendikdasmen, Riqsal, mengatakan pembangunan SNT direncanakan mulai berjalan pada November 2026. Apabila seluruh tahapan berlangsung sesuai jadwal, sekolah tersebut diharapkan sudah dapat menerima siswa baru pada Juni 2027.
Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program pendidikan tanpa sistem asrama yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan bermutu sekaligus mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antardaerah.
Dalam pelaksanaannya, SNT akan menyatukan pendidikan tingkat SMP hingga SMA/SMK dalam satu lingkungan pembelajaran terpadu, mencakup kelas VII hingga XII. Pembelajaran menggunakan kurikulum nasional yang dikembangkan dengan wawasan global, penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pemanfaatan potensi unggulan daerah.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan memberikan perhatian lebih kepada setiap peserta didik, jumlah siswa dibatasi maksimal 20 orang dalam satu kelas.
Dengan kesiapan lahan dan rencana anggaran yang telah disusun, tahap selanjutnya adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai target. Selain penyelesaian infrastruktur, ketersediaan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi faktor penting dalam menunjang operasional sekolah.
Kehadiran SNT diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat Pasaman Barat untuk memperoleh pendidikan berkualitas, sekaligus mendukung pemerataan layanan pendidikan di wilayah tersebut.(da*)


