Notification

×

Iklan

Rutan Padang Panjang Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB Last Updated 2026-10-24T19:40:17Z

Rutan Padang Panjang Luncurkan PKBM

Padang Panjang, Rakyatterkini.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang terus mengembangkan program pembinaan bagi warga binaan melalui pendidikan, kegiatan kepramukaan, dan kolaborasi dengan insan pers. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui tiga agenda yang dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026).

Ketiga kegiatan itu meliputi peluncuran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pelantikan pengurus rintisan Satuan Karya (Saka) Pramuka Nara Abhipraya periode 2026–2031, serta penandatanganan kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang lebih baik sehingga mampu menjalani kehidupan secara positif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, menyambut baik berbagai program tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam pembinaan warga binaan merupakan langkah penting untuk memberikan kesempatan kepada mereka memperbaiki diri dan merencanakan masa depan.

Ia menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah dan memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah dan masyarakat diperlukan agar proses pembinaan dapat berjalan optimal.

Allex juga menilai kehadiran PKBM memberikan peluang bagi warga binaan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kemampuan diri.

“Dengan adanya PKBM, warga binaan memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi mereka. Pemerintah Kota siap bekerja sama dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan ini,” ujarnya.

Dalam kegiatan kepramukaan, Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) 12 Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, melantik Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Novri Abbas, sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Pramuka Nara Abhipraya.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Dewi Nofyenti, Ketua PWI Kota Padang Panjang, Suprianto, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.

Kunrat Kasmiri mengatakan, pembentukan Saka Pramuka di lingkungan rutan diharapkan dapat menanamkan nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada warga binaan.

Ia meminta pengurus yang telah dilantik segera merancang kegiatan yang dapat diikuti anggota secara langsung. Salah satu kegiatan yang didorong untuk dilaksanakan adalah Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami), sebagai sarana mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain mengapresiasi pembentukan Saka Pramuka, Kunrat juga menyambut positif kemitraan antara Rutan Padang Panjang dan PWI. Ia menilai peran media sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Menurutnya, pemberitaan yang edukatif dapat membantu mengubah pandangan negatif terhadap mantan warga binaan sekaligus mendorong penerimaan mereka kembali di lingkungan sosial.

“Kolaborasi dengan insan pers dan penyelenggaraan PKBM diharapkan mampu memberikan motivasi baru bagi warga binaan, membekali mereka dengan keterampilan, serta membuka akses terhadap ijazah pendidikan kesetaraan. Dengan demikian, stigma negatif di masyarakat dapat dikurangi sehingga mereka lebih mudah diterima setelah bebas,” ungkapnya.

Sementara itu, Ny. Maria Feronika Hendri berharap Saka Pramuka Nara Abhipraya dapat menjadi wadah pembentukan kepribadian dan pengembangan karakter warga binaan.

Ia menjelaskan, nama Nara Abhipraya memiliki arti manusia yang menyimpan harapan mulia. Makna tersebut sejalan dengan tujuan pembinaan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Maria juga mengingatkan para pengurus agar menjunjung tinggi Satya dan Darma Pramuka serta menjalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh. Kwarcab 12 Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang, lanjutnya, siap memberikan dukungan agar kegiatan Saka Pramuka dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Di sisi lain, Ketua PWI Kota Padang Panjang, Supriyanto, menyampaikan bahwa kerja sama dengan pihak rutan didasari kepedulian terhadap tantangan yang dihadapi mantan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Ia menilai, sebagian mantan warga binaan masih menghadapi penolakan sosial, merasa tersisih, bahkan kesulitan menentukan langkah untuk memulai kehidupan baru. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena selama menjalani masa pembinaan, mereka telah mendapatkan berbagai bekal, mulai dari keterampilan hingga penguatan nilai-nilai keagamaan.

Menurut Supriyanto, bekal tersebut perlu didukung dengan penerimaan lingkungan sekitar agar mantan warga binaan dapat mengembangkan kemampuan dan menata kembali kehidupan mereka.

“PWI ingin berperan aktif dalam mengurangi stigma negatif terhadap mantan warga binaan. Kami berharap mereka bisa kembali diterima, disambut, dan dirangkul oleh masyarakat,” tuturnya.

Ia pun mengajak pemerintah, lembaga pemasyarakatan, insan pers, dan masyarakat untuk terus membangun kerja sama dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.

Melalui sinergi tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh bekal selama menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan kesempatan yang adil untuk memperbaiki diri, beradaptasi kembali, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update