Notification

×

Iklan

Polda Sumbar Gerebek Tiga Lokasi Narkoba di Padang

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55 WIB Last Updated 2026-10-15T12:55:00Z

Polda Sumbar Gerebek Lokasi yang Diduga Sarang Narkoba di Padang

Padang, Rakyatterkini.com – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menggelar operasi pemberantasan narkoba di tiga lokasi di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (15/10/2026). Dalam operasi tersebut, sebanyak 21 pria diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 17 orang dinyatakan positif metamfetamin (MET) dan amfetamin (AMP), tiga orang positif MET dan AMP, serta satu orang lainnya positif THC.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menyampaikan bahwa operasi tersebut merupakan langkah kepolisian untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Sumatera Barat.

Ia menjelaskan, penggerebekan dilakukan setelah petugas melakukan pemetaan terhadap sejumlah kawasan yang diduga menjadi tempat aktivitas penyalahgunaan narkoba. Operasi kali ini menyasar beberapa titik di kawasan Pasir Purus Atas dan Pasar Pagi Purus.

Mengacu pada keterangan Bidhumas Polda Sumbar, di titik pertama yang berada di Pasir Purus Atas, Kelurahan Rimbo Kaluang, petugas mengamankan seorang pria. Dari lokasi itu, polisi turut menyita satu paket kecil yang diduga sabu, enam plastik klip bening, dan satu unit telepon genggam.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di lima titik lainnya di kawasan yang sama. Dari sejumlah lokasi tersebut, polisi menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba.

Barang-barang yang diamankan antara lain paket yang diduga berisi sabu dan ganja, plastik klip, alat isap bong, timbangan digital, uang tunai sebesar Rp410.000, kamera pengawas atau CCTV, kertas papir, serta sejumlah barang lainnya. Polisi juga menemukan dua bilah pisau dan satu pucuk senapan angin laras panjang di salah satu titik.

Sementara itu, dalam penggerebekan di lokasi kedua, yakni kawasan Pasar Pagi Purus, petugas mengamankan tiga orang. Polisi turut menyita paket yang diduga ganja, plastik klip, satu unit telepon genggam, sejumlah pil yang dicurigai sebagai ekstasi atau inex dengan berbagai warna, serta satu linting yang diduga berisi ganja.

Adapun di lokasi ketiga yang juga berada di kawasan Pasir Purus Atas, Kelurahan Rimbo Kaluang, petugas menemukan satu paket kecil yang diduga sabu, sejumlah alat isap berbahan botol air mineral, satu set bong, satu unit telepon genggam, beberapa pisau beserta sarungnya, plastik klip, kode QR bertuliskan Market Kue Lamak, serta korek api.

Solihin menjelaskan, penentuan lokasi operasi didasarkan pada hasil pemetaan anggota serta informasi yang masuk ke kepolisian, termasuk laporan dari masyarakat.

“Ini hasil dari pemetaan anggota. Semua laporan kita terima. Kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan masyarakat. Jadi, kita berhasil mengamankan mereka yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” kata Solihin dalam konferensi pers, Kamis (15/10/2026).

Ia memastikan, upaya pemberantasan narkoba akan terus berlanjut dan tidak berhenti pada operasi kali ini. Kepolisian akan melakukan pemetaan secara berkelanjutan serta menindak lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi tempat penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

“Ini bukan hanya dua kali, akan rutin, terus-menerus sampai wilayah kita ini bebas dari narkoba,” tegasnya.

Solihin menambahkan, penegakan hukum akan difokuskan terhadap bandar dan jaringan pengedar narkoba. Sementara itu, pengguna yang memenuhi persyaratan akan diarahkan untuk mendapatkan rehabilitasi sehingga dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Menurutnya, upaya memerangi narkoba memerlukan kerja sama lintas instansi dan dukungan masyarakat. Untuk itu, Polda Sumbar akan memperkuat koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), unsur Polisi Militer, serta tokoh adat dan masyarakat.

“Kalau polisi sendiri, kita kurang orangnya. Jadi, kita tetap bersatu. Kalau kita bersatu dan sama-sama menghilangkan ego, semuanya demi keamanan kita,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan laporan apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengungkap aktivitas peredaran narkotika yang kerap dilakukan secara tersembunyi.

Solihin menyebutkan, sejauh ini kepolisian telah memetakan dua kawasan yang menjadi perhatian untuk penindakan lanjutan. Pemetaan tersebut akan terus diperluas guna mengidentifikasi wilayah lain yang berpotensi menjadi lokasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update