Padang, Rakyatterkini.com – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumatera Barat terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026.
Sejumlah kebutuhan pertandingan masih dalam tahap pemenuhan. Di sisi lain, perangkat pertandingan juga tengah dipersiapkan agar seluruh rangkaian kompetisi dapat berjalan sesuai ketentuan.
Technical Delegate POBSI Sumbar, Agung Febrian, menyampaikan bahwa sebagian besar kebutuhan pertandingan telah tersedia. Saat ini, pihaknya masih menunggu beberapa peralatan yang belum tiba.
“Persiapannya sudah sekitar 60 persen. Untuk sisanya kami masih menunggu beberapa peralatan dan perlengkapan pertandingan datang,” ujar Agung saat didampingi Sekretaris Umum POBSI Sumbar, Miya Maharani.
POBSI Sumbar juga terus berkomunikasi dengan Pengurus Besar (PB) POBSI untuk melakukan penyegaran terhadap para wasit yang nantinya bertugas selama pertandingan berlangsung.
Pada Porprov 2026, cabang olahraga biliar akan mempertandingkan sebanyak 14 nomor. Untuk disiplin A, nomor yang dilombakan meliputi 9-ball single putra, 9-ball double putra, 8-ball single putra, serta 8-ball double putra.
Sementara pada disiplin B terdapat nomor 10-ball single putra, 10-ball double putra, 15-ball single putra, dan 15-ball double putra.
Untuk sektor putri, terdapat dua nomor, yakni 9-ball single dan 10-ball single. Sedangkan nomor carom putra terdiri dari one cushion dan three cushion.
Adapun cabang snooker mempertandingkan nomor six reds dan English frame.
Agung menyebutkan, hingga saat ini tercatat 112 atlet yang telah didaftarkan untuk mengikuti kompetisi biliar Porprov Sumbar 2026.
Kuota peserta ditetapkan berdasarkan disiplin yang diikuti. Pool putra mendapat jatah empat atlet untuk disiplin A dan empat atlet untuk disiplin B. Pool putri memiliki kuota dua atlet, sedangkan carom dan snooker masing-masing dialokasikan satu atlet.
Namun, tidak semua kabupaten dan kota di Sumatera Barat mengirimkan wakilnya. Tiga daerah yang tidak mengikuti pertandingan biliar tahun ini adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sijunjung, dan Pasaman.
Miya menjelaskan, Kepulauan Mentawai belum memiliki Pengcab POBSI. Sementara Sijunjung dan Pasaman tidak mengirimkan atlet untuk berpartisipasi pada Porprov tahun ini.
Dalam pembinaan serta proses seleksi atlet, POBSI Sumbar tetap mengikuti aturan umum Porprov. Terdapat pula ketentuan khusus yang memungkinkan atlet yang sebelumnya memperkuat suatu kabupaten atau kota pada Porprov 2018 kembali tampil, selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Persaingan Antarwilayah Cenderung Berimbang
Miya menilai kemampuan atlet biliar dari berbagai daerah di Sumatera Barat saat ini cukup berimbang. Meski begitu, Kota Padang tetap menjadi salah satu kontingen yang berpotensi memberikan persaingan ketat karena memiliki rekam prestasi pada ajang Porprov sebelumnya.
“Secara umum kemampuan daerah cukup merata. Tetapi Kota Padang yang menjadi juara umum dalam dua pelaksanaan Porprov sebelumnya tentu masih memiliki target yang sama. Mereka juga didukung pembinaan dan atlet yang kuat,” katanya.
Pertandingan biliar dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 13 Oktober 2026. Lokasi pertandingan berada di Labewa Cue Sport, kawasan Fabrick, Tabing, Kota Padang.
Menurut Miya, tempat tersebut sudah diperiksa dan dinyatakan memenuhi kelayakan untuk menggelar pertandingan. Sejumlah fasilitas pendukung tersedia, seperti meja pertandingan sesuai standar, pencahayaan yang memadai, musala, serta toilet.
“Venue sudah diperiksa. Sekarang kami masih menunggu penggantian karpet atau laken meja. Itu menjadi salah satu perlengkapan yang masih dalam proses penggantian,” ujarnya.
Untuk perangkat pertandingan, POBSI Sumbar memastikan jumlah wasit yang disiapkan sudah mencukupi. Sebanyak empat wasit berkualifikasi nasional dan 24 wasit berlisensi daerah akan bertugas. Penyegaran terhadap perangkat pertandingan juga akan dilakukan sebelum kompetisi dimulai.
Sistem pertandingan yang diterapkan masih sama seperti Porprov sebelumnya, yakni menggunakan format gugur atau single elimination.
Waktu Persiapan Menjadi Tantangan
Dalam proses persiapan, POBSI Sumbar masih menghadapi sejumlah hambatan, terutama menyangkut koordinasi antarpihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Porprov.
Miya mengatakan koordinasi dengan PB Porprov maupun KONI sebagai tuan rumah masih perlu diperkuat karena sejumlah persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat.
“Kendalanya lebih kepada koordinasi dengan PB Porprov dan KONI tuan rumah. Banyak hal yang berlangsung mendadak. Namun, ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya,” katanya.
Keterbatasan waktu juga membuat pemenuhan perlengkapan pertandingan harus dilakukan secara cepat. POBSI Sumbar berupaya memastikan seluruh kebutuhan tersedia sebelum pertandingan dimulai.
Selain waktu, persoalan anggaran juga menjadi salah satu perhatian. Kebutuhan pembiayaan meningkat seiring dengan bertambahnya intensitas latihan, pemeliharaan dan perbaikan peralatan, hingga biaya keberangkatan serta perlengkapan atlet.
“Dukungan memang masih terbatas. Kami memahami kondisi keuangan KONI dan pemerintah daerah. Namun, kami berharap setelah Porprov dukungan terhadap atlet dapat kembali seperti pada penyelenggaraan sebelumnya,” ujar Miya.
Dukungan pembinaan tersebut dinilai penting karena usai Porprov 2026, atlet biliar Sumatera Barat akan kembali menghadapi agenda olahraga berikutnya, yakni Babak Kualifikasi PON.
Meski persiapan berlangsung dalam waktu terbatas, POBSI Sumbar berharap pengalaman bertanding yang telah dimiliki para atlet dapat menjadi modal untuk menghadapi kompetisi Porprov.
“Ada kekhawatiran, tetapi kami berharap berbagai pertandingan yang sudah dijalani dapat membantu atlet meraih prestasi di Porprov 2026,” kata Miya.
Setelah Porprov berakhir, POBSI Sumbar juga berencana menggelar kejuaraan open tingkat nasional. Ajang tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada atlet daerah untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman melawan pebiliar dari berbagai wilayah Indonesia.
“Salah satunya adalah kejuaraan open nasional. Kami berharap atlet-atlet daerah bisa mengukur kemampuan sekaligus bersaing dengan atlet nasional,” tutup Miya.(da*)


