Notification

×

Iklan

Pemko Padang Uji AI Petakan Kerusakan Pascabencana

Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:25 WIB Last Updated 2026-10-08T08:25:00Z

Pemko Padang Uji Teknologi AI Pascabencana

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kota Padang mulai mengeksplorasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses pendataan dan pemetaan kerusakan infrastruktur yang terjadi setelah bencana.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi kerusakan sekaligus membantu pemerintah menentukan infrastruktur yang perlu mendapat penanganan lebih dahulu.

Uji coba teknologi itu dilakukan melalui kegiatan Proof of Concept (PoC) bertajuk Road Infrastructure Rehabilitation and Priority Profiling. Program tersebut difasilitasi Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) RI bersama perusahaan rintisan Niriksagara pada Rabu (7/10/2026).

Melalui sistem digital ini, kondisi berbagai infrastruktur dapat dipetakan dan terdokumentasi secara lebih sistematis. Data yang dihasilkan nantinya diharapkan menjadi dasar dalam menyusun langkah rehabilitasi maupun rekonstruksi secara lebih terukur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, Tommy TRD, menyebut penerapan teknologi tersebut sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah akan mekanisme pendataan kerusakan yang lebih efisien.

Menurutnya, proses pendataan pascabencana selama ini masih cukup bergantung pada metode manual sehingga membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Pemanfaatan AI dinilai dapat menjadi salah satu upaya memperkuat penerapan konsep Smart City di Kota Padang tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“PoC yang ditawarkan oleh Kementerian Ekraf bersama teman-teman dari Niriksagara adalah pendataan secara digital dan pemanfaatan AI dalam menilai kerusakan pascabencana,” ujar Tommy.

Ia menjelaskan, kebutuhan pemerintah tidak berhenti pada informasi mengenai lokasi terdampak bencana. Data yang lebih detail diperlukan, termasuk mengenai bentuk dan tingkat kerusakan, sehingga penanganan dapat difokuskan pada wilayah maupun fasilitas yang paling mendesak.

Sementara itu, Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf RI, Dandy Yudha Feryawan, menjelaskan bahwa cakupan pemetaan dalam program tersebut cukup luas. Selain infrastruktur jalan, pemetaan juga menyasar sektor irigasi, area pertanian, hingga kawasan pemerintahan.

“Kami melaksanakan fasilitasi pelaksanaan Proof of Concept bersama Niriksagara untuk memetakan dampak bencana hidrologi Kota Padang secara langsung,” kata Dandy.

Kementerian Ekraf berharap data yang diperoleh dari proses pemetaan tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi rekomendasi yang berguna bagi Pemko Padang dalam menentukan kebijakan rehabilitasi secara lebih akurat dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Bagi Pemerintah Kota Padang, pelaksanaan PoC ini juga menjadi momentum untuk melihat efektivitas teknologi yang dikembangkan startup dalam mendukung pelayanan publik. Apabila memberikan hasil yang optimal, sistem berbasis data dan AI tersebut berpotensi memperkuat perencanaan penanganan pascabencana sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update