Agam, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus mempercepat pengerjaan sejumlah fasilitas pendidikan yang mengalami dampak akibat bencana hidrometeorologi.
Pembangunan dan perbaikan sekolah tersebut didukung anggaran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 dengan nilai keseluruhan mencapai Rp7,40 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Andri, menyampaikan bahwa percepatan pekerjaan diperlukan agar seluruh proyek dapat rampung sesuai batas waktu yang tercantum dalam kontrak. Hal itu menjadi perhatian karena pekerjaan dilaksanakan menjelang akhir tahun yang bertepatan dengan meningkatnya intensitas hujan.
“Pengawasan terus kita lakukan terhadap seluruh pekerjaan agar penyelesaiannya tetap sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan,” ujar Andri di Lubuk Basung, Kamis (8/10/2026). Ia didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Deputra Ariandi.
Andri menjelaskan, pengawasan dilakukan secara rutin, terutama pada proyek dengan pekerjaan cukup besar. Beberapa di antaranya pembangunan SDN 09 Bancah serta pembangunan dam di SDN 10 Angge Palimbatan.
Pemantauan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. Selain itu, pengawasan juga dilakukan untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat ketidaksesuaian atau keterlambatan dalam pengerjaan.
Jika ditemukan hambatan di lapangan, pihak terkait akan segera melakukan koordinasi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa mengganggu jadwal pembangunan.
“Kondisi ini menjadi perhatian karena pekerjaan dimulai pada penghujung tahun, sementara saat ini juga sudah memasuki periode musim penghujan,” katanya.
Berdasarkan hasil evaluasi hingga akhir September 2026, Andri menyebutkan bahwa rata-rata progres pembangunan fisik dari sembilan sekolah yang menjadi sasaran mencapai 7,40 persen.
Untuk masing-masing proyek, pembangunan TK Cahaya Mecca di Tanjung Mutiara telah mencapai sekitar 11 persen. Sementara pembangunan TK Aisyiyah Labuah, Kecamatan Tanjung Raya, berada di angka 34 persen dan TK Al Hidayah, Kecamatan Palupuh, sekitar 14 persen.
Kemudian, pekerjaan pembangunan toilet, kantor, serta ruang kelas baru di SDN 09 Bancah, Kecamatan Tanjung Raya, tercatat sekitar delapan persen. Pembangunan dam SDN 10 Angge mencapai 10 persen, dam SDN 07 Sigiran, Kecamatan Malalak, sekitar 15 persen, dan pembangunan toilet SDN 01 Cimpago, Kecamatan Malalak, mencapai lima persen.
Adapun pembangunan dam SMPN Tanjung Mutiara dan dam SMPN 4 Tanjung Raya masing-masing telah berada di kisaran tujuh persen.
“Angka progres 7,40 persen itu merupakan akumulasi dari pekerjaan pada sembilan sekolah,” ujar Andri.
Selain digunakan untuk pembangunan fisik, dana TKD 2026 juga diperuntukkan bagi pengadaan meubelair untuk SDN 01 Cimpago di Kecamatan Malalak dan SDN 10 Angge di Kecamatan Palupuh.
Anggaran tersebut turut mencakup pembangunan dam SMP 4 Palupuh, rehabilitasi SMP Islam Raudhatul Thalibin Tantaman di Kecamatan Palembayan, serta pengadaan barang modal berupa meubelair.
Pemkab Agam menegaskan pengawasan akan terus diperkuat selama proses pengerjaan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proyek dapat diselesaikan dengan memenuhi standar kualitas, ketepatan waktu, serta penggunaan anggaran sesuai ketentuan.(da*)


