Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah terus mengintensifkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni menguji bahan pemadam kebakaran dari Brasil, termasuk untuk menangani kebakaran di wilayah Sumatera Selatan.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menyampaikan bahwa pemerintah mengerahkan berbagai strategi untuk mempercepat pemadaman, baik melalui operasi udara maupun penanganan langsung di darat.
Dudung menjelaskan, bahan pemadam tersebut telah melalui uji coba di sejumlah lokasi, yakni Sumatera Selatan dan Kalimantan. Ia berharap penggunaan bahan itu dapat mendukung upaya pengendalian karhutla agar api segera dapat dipadamkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudung setelah menghadiri pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu.
Ia juga berencana mengunjungi sejumlah daerah yang terdampak kebakaran, termasuk Sumatera Selatan, guna memantau langsung perkembangan penanganan karhutla.
Menurut Dudung, upaya pemadaman akan tetap mengandalkan dukungan dari udara dengan menggunakan helikopter. Selain itu, personel di lapangan juga akan dikerahkan untuk melakukan pemadaman secara langsung.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa pemerintah telah menguji bahan pemadam untuk mengatasi kebakaran di kawasan lahan gambut.
Dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (9/10), BNPB menyebut uji coba dilakukan terhadap produk bernama Realiza Anti Chamas di wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan. Produk tersebut berbentuk serbuk yang dicampurkan dengan air, kemudian disemprotkan ke titik api untuk membantu menekan penyebaran kebakaran.
Di sisi lain, Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus mengikuti perkembangan karhutla sekaligus mengevaluasi berbagai metode yang berpotensi mempercepat proses pemadaman.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait, termasuk Manggala Agni di bawah Kementerian Kehutanan, untuk terus melakukan penanganan kebakaran.
Menurut Listyo, penanggulangan karhutla dilaksanakan melalui operasi darat dan udara. Pemerintah juga memperkuat penyuluhan kepada masyarakat serta mengevaluasi regulasi yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan kebakaran.
Ia menjelaskan, berbagai langkah tersebut mencakup pengerahan satuan tugas udara dan darat, peningkatan edukasi masyarakat, hingga penyempurnaan aturan terkait penanganan karhutla.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan penguatan kelembagaan yang menangani restorasi gambut. Langkah ini diharapkan dapat membuat upaya pemulihan ekosistem gambut sekaligus pencegahan dan penanggulangan karhutla berjalan lebih adaptif dan efektif.(da*)


