Notification

×

Iklan

Pembangunan SNT Pasaman Barat Dimulai November 2026, Anggaran Rp340 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:08 WIB Last Updated 2026-10-16T03:09:39Z

Bupati Pasbar Yulianto saat penyerahan aset lahan untuk pembangunan SNT di Jakarta.


‎Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyerahkan aset lahan seluas 20 hektare kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). 

Pembangunan sekolah tersebut direncanakan mulai November 2026 dengan perkiraan anggaran awal mencapai Rp340 miliar.
‎
‎Penyerahan aset ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh Bupati Pasaman Barat, Yulianto, didampingi Kepala BKPSDM Yandra dan Kepala Dinas Pendidikan Imter Pedri, di Hotel Aston Bintaro, Jakarta, Rabu (15/10/2026).
‎
‎Penyerahan tersebut dilakukan setelah proses pemecahan sertifikat lahan dari sertifikat induk selesai. Lahan seluas 20 hektare itu selanjutnya disiapkan untuk mendukung pembangunan SNT di Kabupaten Pasaman Barat.
‎
‎Tim Teknis Kemendikdasmen, Riqsal, menyampaikan pembangunan sekolah ditargetkan dimulai pada November 2026. Jika berjalan sesuai rencana, SNT Pasaman Barat diharapkan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada Juni 2027.
‎
‎Kehadiran SNT di Pasaman Barat diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas sekaligus mendorong pemerataan layanan pendidikan di daerah.
‎
‎Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program sekolah unggulan nonasrama yang digagas Kemendikdasmen. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) dalam satu ekosistem pembelajaran berkelanjutan, mulai kelas VII hingga XII.
‎
‎Dari sisi kurikulum, pembelajaran mengacu pada kurikulum nasional yang diperkaya dengan pendekatan global serta penguatan bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Pengembangan potensi unggulan daerah juga menjadi bagian dari rancangan pendidikan tersebut.
‎
‎Untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan personal, jumlah peserta didik direncanakan maksimal 20 siswa per kelas.
‎
‎Dengan rencana pembangunan tersebut, Pasaman Barat berpeluang memiliki fasilitas pendidikan terpadu yang menghubungkan jenjang SMP hingga SMA/SMK dalam satu lingkungan pembelajaran. Namun, realisasi pembangunan dan operasional sekolah tetap bergantung pada pelaksanaan tahapan pembangunan sesuai jadwal yang telah direncanakan. (*/wan)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update