Notification

×

Iklan

Payakumbuh Raih Emas Perdana Sepak Bola Porprov Sumbar

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:48 WIB Last Updated 2026-10-17T00:48:00Z

Kota Payakumbuh dan Kolaborasi Teknis Dibalik Layar Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Payakumbuh, Rakyatterkini.com – Tim sepak bola Kota Payakumbuh berhasil mengukir prestasi bersejarah dengan meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. 

Gelar juara tersebut dipastikan setelah Payakumbuh menundukkan Kota Sawahlunto dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di Stadion Utama Sumbar, Rabu (14/10/2026).

Keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Kota Biru karena merupakan medali emas pertama cabang olahraga sepak bola sepanjang keikutsertaan Payakumbuh dalam ajang Porprov Sumbar.

Prestasi tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai unsur tim, mulai dari manajemen, jajaran pelatih, tim teknis, staf pendukung, hingga para pemain yang berjuang di lapangan.

Perjalanan Payakumbuh menuju podium tertinggi dimulai dengan penampilan gemilang pada babak penyisihan grup. Mereka mengawali kompetisi dengan kemenangan telak 5-1 atas Kabupaten Pasaman, kemudian mengalahkan Solok Selatan dengan skor 5-0. Pada pertandingan terakhir fase grup, Payakumbuh kembali meraih kemenangan setelah menundukkan Dharmasraya 3-0.

Memasuki babak perempat final, Payakumbuh menghadapi perlawanan sengit dari Kota Pariaman. Pertandingan berlangsung ketat hingga harus ditentukan melalui adu penalti. Meski harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, Payakumbuh mampu mengatasi tekanan dan memastikan tiket ke semifinal.

Pada babak empat besar, performa Payakumbuh semakin meyakinkan. Mereka sukses mengalahkan Tanah Datar dengan skor 3-0 sekaligus mengamankan tempat di partai final untuk menghadapi Kota Sawahlunto.

Bangkit dari Ketertinggalan di Partai Final

Pertandingan final menjadi ujian berat bagi skuad Payakumbuh. Mereka sempat tertinggal lebih dahulu dari Sawahlunto, tetapi tidak kehilangan konsentrasi dan semangat untuk mengejar ketertinggalan.

Melalui arahan pelatih, penyesuaian strategi, serta koordinasi yang solid di antara seluruh anggota tim, Payakumbuh akhirnya mampu membalikkan keadaan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Dalam laga tersebut, Payakumbuh juga sempat bermain dengan sembilan pemain setelah terjadi insiden yang dipicu pelanggaran keras pemain Sawahlunto. Situasi itu tidak menyurutkan perjuangan tim hingga peluit akhir pertandingan.

Kemenangan tersebut sekaligus menyempurnakan perjalanan Payakumbuh dari fase grup hingga menjadi juara sepak bola Porprov XVI Sumbar 2026.

Pelatih Sebut Emas sebagai Buah Perjuangan Bersama

Pelatih kepala Kota Payakumbuh, Zulka Hendra, mengungkapkan bahwa medali emas tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang diwarnai kerja keras, pengorbanan, keyakinan, dan doa.

“Sejarah itu tercipta! Di balik kemenangan, ada proses panjang yang tak selalu terlihat. Ada lelah yang disembunyikan, air mata yang ditahan, pengorbanan yang tak terhitung, dan doa yang tak pernah putus,” ujar Zulka setelah pertandingan dan prosesi pengalungan medali.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan juga oleh kesungguhan seluruh tim dalam menjalani setiap tahapan kompetisi.

“Hari ini, kami berdiri bukan karena kami yang paling hebat, bukan pula karena perjalanan kami paling mudah. Kami hanya berusaha, berjuang, dan percaya bahwa setiap ikhtiar yang sungguh-sungguh tidak pernah sia-sia di hadapan Allah,” tuturnya.

Zulka turut mempersembahkan kemenangan tersebut kepada seluruh masyarakat Kota Payakumbuh yang telah memberikan dukungan selama kompetisi berlangsung.

“Alhamdulillah, medali emas sepak bola Porprov Sumatera Barat. Ini adalah kemenangan kita bersama masyarakat Kota Payakumbuh,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PSSI Payakumbuh, H. April, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan perangkat tim atas perjuangan yang ditunjukkan sepanjang turnamen.

Ia mengaku bangga melihat semangat para pemain yang tetap berjuang meskipun sempat berada dalam posisi tertinggal pada pertandingan final.

“Sangat bangga atas pencapaian prestasi dan semangat yang sangat luar biasa dari pemain dan perangkat tim, di mana sempat tertinggal dan bisa membalikkan keadaan dan juara,” ungkap H. April.

Analisis Pertandingan Dukung Strategi Tim

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat kontribusi jajaran teknis yang turut membantu tim dalam mempersiapkan diri menghadapi setiap pertandingan. Salah satunya adalah Dedi Umar Putra yang menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) sekaligus menjalankan peran sebagai Coach Analyst.

Dedi bekerja bersama pelatih kepala Zulka Hendra dan anggota tim teknis lainnya dalam proses persiapan, evaluasi, serta pengambilan keputusan selama kompetisi.

Tugasnya mencakup pengumpulan dan pengolahan informasi pertandingan untuk membantu tim memahami kekuatan maupun kelemahan permainan. Aspek yang dianalisis meliputi pola permainan, pergerakan pemain, organisasi pertahanan, transisi permainan, hingga efektivitas serangan.

Proses evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung maupun peninjauan rekaman pertandingan, sesuai kebutuhan dan fasilitas yang tersedia. Temuan tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan bagi tim pelatih untuk menentukan strategi serta memperbaiki aspek permainan yang masih perlu ditingkatkan.

Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa pencapaian emas Payakumbuh merupakan buah dari kolaborasi seluruh elemen yang terlibat, bukan hasil kerja satu orang semata.

“Alhamdulillah, medali emas ini tetap merupakan hasil kerja kolaboratif pemain, pelatih kepala, staf pendukung, pengurus, dan unsur lain yang terlibat,” tegasnya.

Dedi juga diketahui pernah terlibat dalam keberhasilan meraih medali emas pada Porwil Sumatera 2023. Prestasi di Porprov XVI Sumbar 2026 ini kembali menjadi catatan membanggakan bagi sepak bola Kota Payakumbuh sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama, persiapan matang, dan semangat pantang menyerah dalam meraih prestasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update