Notification

×

Iklan

Pasien ISPA di Padang Tembus 51 Ribu akibat Kabut Asap

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:45 WIB Last Updated 2026-10-19T08:45:00Z

Wali Kota Padang, Fadly Amran

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mengajak seluruh pihak terkait untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi dampak kabut asap. 

Upaya tersebut dilakukan dengan memantau kondisi udara dan situasi di lapangan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan hal itu saat diwawancarai di rumah dinas wali kota, Senin (19/10/2026). Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

Fadly menilai, kabut asap telah mengganggu kegiatan masyarakat sehari-hari sehingga diperlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk meminimalkan dampaknya.

Ia meminta seluruh pihak saling menjaga dan mencermati perkembangan kondisi di lapangan sebagai dasar menentukan langkah antisipasi yang dibutuhkan.

Pemerintah Kota Padang juga telah mengambil sejumlah langkah untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Menurut Fadly, kondisi udara di Padang mulai menunjukkan perbaikan setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Kendati demikian, pemerintah tetap perlu melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kualitas udara.

Ia menegaskan, kebijakan meliburkan siswa dari kegiatan belajar tatap muka untuk sementara merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan anak-anak di tengah kondisi tersebut.

Fadly berharap penanganan kabut asap di Kota Padang dan daerah sekitarnya dapat dilakukan secara terpadu. Dengan begitu, kualitas udara diharapkan terus membaik dan kegiatan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Sementara itu, dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat terlihat dari tingginya jumlah kunjungan pasien terkait ISPA. Sejak 17 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026, total kunjungan pasien dengan keluhan tersebut di Kota Padang tercatat mencapai 51.137 kali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengungkapkan bahwa pada 12–15 Oktober 2026, rata-rata kunjungan pasien terkait ISPA mencapai sekitar 1.052 kunjungan setiap hari.

Ia menjelaskan, pemantauan dan pendataan telah dilakukan sejak kabut asap mulai melanda pada Agustus. Meski jumlah kunjungan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, tren peningkatan terlihat pada Oktober dengan angka mencapai sekitar 1.000 kunjungan per hari.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Padang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut menyalurkan masker kepada masyarakat.

Selain itu, warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan asap. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker dan kacamata sebagai perlindungan tambahan.

Warga juga diimbau menjaga kondisi tubuh dengan beristirahat yang cukup serta memperbanyak minum air putih.

Apabila mengalami gangguan pernapasan atau merasakan keluhan kesehatan yang semakin parah, masyarakat disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update