Padang, Rakyatterkini.com – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, meminta pemerintah pusat segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap di Sumatera Barat (Sumbar). Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena berdampak terhadap kesehatan masyarakat hingga aktivitas pendidikan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang, jumlah kunjungan pasien yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai 51 ribu sejak 17 Agustus hingga Oktober 2026.
Muharlion menyebutkan, kabut asap yang kian pekat telah mengganggu kehidupan masyarakat. Bahkan, kondisi kualitas udara yang memburuk membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah harus dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Ia menilai pemerintah pusat perlu bergerak lebih cepat agar dampak karhutla tidak semakin meluas dan membahayakan masyarakat.
“Kami meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah tegas. Penanganan harus dipercepat karena dampaknya sudah dirasakan masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan,” kata Muharlion kepada wartawan.
Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar tidak terlepas dari kebakaran lahan di sejumlah daerah tetangga. Oleh sebab itu, diperlukan koordinasi lintas daerah serta tindakan konkret untuk mengatasi sumber asap agar pencemaran udara tidak terus berlanjut.
Muharlion juga mendorong pihak berwenang mengkaji berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, termasuk kemungkinan penerapan rekayasa cuaca atau hujan buatan.
“Kita berharap penanganannya bisa segera dilakukan. Apakah melalui rekayasa cuaca atau hujan buatan, tentu harus dikaji oleh pihak yang memiliki kewenangan. Pemerintah daerah tidak mempunyai kewenangan untuk melaksanakan langkah tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan, percepatan penanganan karhutla perlu menjadi perhatian serius pemerintah pusat, termasuk di wilayah tetangga seperti Jambi yang turut berkaitan dengan persoalan kabut asap di Sumatera Barat.
Selain mendesak percepatan penanganan, Muharlion mengingatkan masyarakat Kota Padang agar lebih berhati-hati menghadapi kondisi udara yang tidak sehat. Warga diminta mengurangi kegiatan di luar rumah, khususnya ketika kabut asap berada pada kondisi pekat.
Perhatian khusus juga ditujukan kepada para orang tua agar membatasi aktivitas anak-anak di luar ruangan. Menurutnya, penerapan pembelajaran jarak jauh seharusnya diikuti dengan upaya menjaga anak tetap berada di lingkungan yang lebih aman dari paparan asap.
“Jika harus keluar rumah, aktivitas di luar sebaiknya dikurangi karena beberapa hari terakhir kabut asap sangat tebal. Anak-anak yang mengikuti PJJ jangan justru bermain di luar rumah. Orang tua perlu mengawasi dan memperhatikan kondisi ini,” tutupnya.(da*)


