Notification

×

Iklan

Muara Batang Anai Makin Dangkal

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:27 WIB Last Updated 2026-10-03T06:27:00Z

Kondisi Muara Batang Anai, Sumatera Barat, kembali menjadi perhatian nelayan

Padang, Rakyatterkini.com – Kondisi Muara Batang Anai, Sumatera Barat, kembali menjadi perhatian nelayan. Pendangkalan yang terjadi di kawasan tersebut mulai menghambat aktivitas para nelayan yang setiap hari mengandalkan jalur perairan untuk mencari nafkah.

Di sekitar Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muaro Anai, bahkan terlihat muncul daratan baru di area muara. Material berupa lumpur dan sedimen yang terbawa dari kawasan hulu pascabanjir bandang pada 2025 diduga mengendap dan menyebabkan perubahan pada kondisi perairan.

Dampaknya dirasakan langsung oleh nelayan. Kapal menjadi lebih sulit keluar maupun masuk ke kawasan muara, termasuk ketika hendak merapat di dermaga.

Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Padang Sarai, Ari Purnama Hamidi, pada Agustus 2026 menyampaikan bahwa kedalaman Muara Anai diperkirakan tinggal sekitar 50 sentimeter. Kondisi tersebut membuat perahu berukuran kecil relatif lebih memungkinkan untuk melintas dibandingkan kapal yang lebih besar.

Persoalan pendangkalan di kawasan PPI Muaro Anai sebenarnya sudah terjadi sebelumnya. Pada Mei 2024, para nelayan juga mengeluhkan tumpukan lumpur dan pasir yang menyebabkan kapal kesulitan untuk bersandar di kawasan tersebut.

Secara geografis, Muara Batang Anai memang memiliki kaitan dengan proses sedimentasi di wilayah pesisir. Sejumlah kajian mengenai perubahan garis pantai di sekitar muara menunjukkan bahwa sedimentasi, arus, gelombang laut, hingga perubahan tutupan lahan dapat memengaruhi dinamika kawasan pesisir.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan pengerukan serta pembenahan alur muara kembali menjadi perhatian. Nelayan berharap jalur perairan dapat kembali memiliki kedalaman yang memadai sehingga perahu bisa keluar-masuk dengan aman dan kapal dapat bersandar tanpa harus menunggu kondisi pasang tertentu.

Bagi masyarakat pesisir, persoalan ini bukan hanya menyangkut akses keluar-masuk kapal. Kondisi muara yang semakin dangkal juga berpotensi memengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi warga yang selama ini bergantung pada sektor perikanan.

Dengan demikian, penanganan sedimentasi di Muara Batang Anai menjadi hal penting agar aktivitas nelayan tetap berjalan dan roda ekonomi masyarakat pesisir tidak semakin terganggu.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update