Notification

×

Iklan

Kementerian PU Tangani 14 Titik Longsor di Tapan–Batas Jambi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 17:22 WIB Last Updated 2026-10-16T10:22:00Z

Penanganan jalan longsor di ruas Tapan - Batas Jambi masih terus berlangsung.

Painan, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan penanganan longsor di ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar). 
Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kelancaran transportasi masyarakat sekaligus memastikan distribusi logistik antarwilayah tetap berjalan.

Saat ini, akses jalan tersebut sudah dapat dilalui kembali. Namun, pembersihan dan pengamanan di 14 titik longsor masih terus dikerjakan dengan dukungan 10 unit alat berat. Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas pada Rabu (14/10/2026) diberlakukan secara bergantian melalui sistem buka-tutup.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel dan peralatan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar. Selain menjaga agar jalan tetap bisa digunakan, upaya ini juga bertujuan mengantisipasi potensi bahaya di lokasi longsor yang dapat mengancam keselamatan pengendara.

“Untuk Tapan–Batas Jambi, akses sudah kembali fungsional. Tetapi 14 titik longsor tetap harus ditangani dan diamankan. Pekerjaan darurat harus segera menyambung ke penanganan permanen,” ujar Dody dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (16/10/2026).

Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada 9–11 Oktober 2026. Bencana itu berdampak pada ruas jalan Tapan–Batas Jambi sepanjang 16,2 kilometer.

Berdasarkan laporan penanganan bencana BPJN Sumbar, terdapat 14 lokasi longsor yang perlu ditangani. Dari jumlah tersebut, dua titik mengalami longsor pada bagian bawah badan jalan, sedangkan 12 titik lainnya berada di lereng atas jalan.

Sejumlah lokasi tercatat memiliki tingkat kerawanan tinggi. Di KM 219+100, longsor menggerus hingga separuh badan jalan sehingga berpotensi menyebabkan jalan amblas. Sementara itu, titik KM 231+650 juga dikategorikan berisiko tinggi dan membutuhkan penanganan lanjutan.

Material longsoran berukuran besar dari lereng menutupi akses jalan di 10 titik. Adapun dua lokasi lainnya mengalami longsor berskala lebih kecil yang menutup sebagian badan jalan. Kondisi tersebut mengharuskan proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan situasi di lapangan dan tingkat bahaya pada masing-masing titik.

Untuk mendukung percepatan pekerjaan, Kementerian PU melalui BPJN Sumbar mengoperasikan 10 unit alat berat dan kendaraan pendukung. Peralatan tersebut terdiri atas empat ekskavator, dua wheel loader, satu motor grader, serta tiga dump truck.

Seluruh peralatan digunakan untuk menyingkirkan material longsor, seperti tanah, batu, batang pohon, dan material lainnya yang menghalangi badan jalan. Peralatan itu juga dimanfaatkan untuk membantu proses penanganan dan pengamanan lokasi terdampak.

Hingga Rabu (14/10/2026), sistem buka-tutup masih diterapkan untuk mengatur kendaraan yang melintas selama pembersihan berlangsung. Pengaturan ini diperlukan agar pekerjaan dapat berjalan dengan aman, baik bagi petugas maupun pengguna jalan.

Kementerian PU memastikan penanganan di sejumlah titik terdampak terus dilanjutkan. Selain membuka kembali akses transportasi, upaya tersebut juga difokuskan pada pengamanan lokasi rawan agar perjalanan masyarakat dan distribusi barang dapat berlangsung lebih lancar serta aktivitas warga berangsur normal.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update