Notification

×

Iklan

Kemendes PDT Kembangkan Pangan Lokal Cegah Stunting

Rabu, 21 Oktober 2026 | 02:24 WIB Last Updated 2026-10-20T19:24:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal, termasuk sumber protein hewani, untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting di wilayah tertinggal.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Samsul Widodo, mencontohkan inovasi pengolahan bekicot di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahan pangan tersebut diperkenalkan sebagai alternatif makanan bergizi bagi anak-anak, meskipun belum menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat setempat.

“Di Sumba Barat, kami mencoba mengolah bekicot dan sebagainya untuk mencegah stunting. Meski secara tradisional masyarakat tidak mengonsumsi bekicot, anak-anak justru menyukainya. Inilah yang sedang kami upayakan untuk dikembangkan,” ujar Samsul.

Pernyataan itu disampaikan saat dirinya menjadi pembicara kunci dalam Simposium Nasional Inventaris Masalah Kesehatan di Daerah Tertinggal (SINTESA). Kegiatan tersebut digelar Kemendes PDT bersama Universitas Indonesia (UI) dan diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa.

Samsul menjelaskan, pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di daerah merupakan salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di wilayah tertinggal.

Menurutnya, persoalan pemenuhan pangan tidak bisa hanya berfokus pada ketersediaan karbohidrat. Asupan protein hewani juga perlu mendapat perhatian serius karena masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.

“Persoalan terbesarnya adalah pemenuhan protein hewani,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, Kemendes PDT sedang mempersiapkan program pengembangan sistem pangan dengan menggandeng International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Program tersebut dirancang untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian serta memanfaatkan sumber protein hewani yang tersedia di lingkungan sekitar.

Samsul menegaskan, pendampingan diperlukan agar masyarakat memiliki keterampilan yang memadai dalam mengolah dan mengoptimalkan potensi pangan lokal. Pengembangannya juga perlu disesuaikan dengan karakteristik serta ketersediaan sumber daya di setiap wilayah.

Melalui langkah ini, Kemendes PDT berharap potensi pangan lokal dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan asupan gizi, dan mendukung pencegahan stunting di daerah tertinggal.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update