Notification

×

Iklan

Kebakaran Lahan Sawit di Lampung Utara Hanguskan Puluhan Hektare

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44 WIB Last Updated 2026-10-24T19:40:38Z

Kebakaran lahan perkebunan sawit dan lahan warga di Lampung

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran melanda perkebunan kelapa sawit milik PT Nakau dan lahan warga di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, Jumat (23/10/2026). 

Kobaran api menghanguskan puluhan hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas setelah melakukan upaya pemadaman selama berjam-jam.

Peristiwa tersebut terjadi di dua titik, yakni Desa Kemalo Abung dan Desa Candi Mas, Kecamatan Abung Selatan. Hingga saat ini, luas keseluruhan lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan. Informasi mengenai luas kebakaran yang disampaikan pemerintah daerah dan kepolisian pun masih berbeda.

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, memperkirakan area yang terbakar mencapai 33 hektare. Sementara itu, Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini menyampaikan bahwa luas lahan terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 40 hektare.

Berdasarkan perkiraan sementara, kebakaran di Desa Kemalo Abung menghanguskan sekitar 15 hektare lahan. Adapun di kawasan perkebunan PT Nakau yang berada di Desa Candi Mas, luas area terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare.

Api dilaporkan mulai muncul pada Kamis siang dan kemudian menyebar dengan cepat. Kondisi vegetasi yang kering di kawasan perkebunan serta lahan milik warga diduga turut mempercepat perambatan api. Meski kobaran berhasil dikendalikan, asap tebal masih terlihat dari sejumlah titik di lokasi kejadian.

Untuk mengatasi kebakaran tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari pihak perusahaan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), TNI, serta Polri dikerahkan ke lokasi. Sedikitnya enam unit mobil pemadam kebakaran milik perusahaan turut dioperasikan, dengan dukungan armada pemadam lainnya.

Upaya pemadaman berlangsung hingga malam hari. Setelah bekerja keras selama berjam-jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api pada Sabtu pagi.

Bupati Hamartoni Ahadis bersama unsur TNI-Polri dan perwakilan perusahaan kemudian mendatangi lokasi kebakaran untuk memantau kondisi lahan. Peninjauan tersebut juga dilakukan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Pemadaman sudah dilakukan sejak kemarin dan hari ini alhamdulillah sudah selesai,” kata Hamartoni Ahadis saat berada di lokasi, Sabtu (24/10/2026).

Walaupun api telah berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber api, termasuk menelusuri kemungkinan adanya puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengguna jalan di sekitar perkebunan.

Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini mengatakan, berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 45 hektare. Namun, pihaknya belum dapat memastikan faktor yang memicu terjadinya kebakaran tersebut.

“Alhamdulillah, tadi pagi api sudah berhasil dipadamkan. Luas area yang terbakar kurang lebih 45 hektare. Penyebabnya belum diketahui, tetapi karena lokasinya berada di pinggir jalan, ada kemungkinan berasal dari puntung rokok atau faktor lainnya,” ujar Raswidiati.

Kondisi lahan yang kering dinilai dapat memperbesar risiko penyebaran api, terutama ketika sumber kebakaran berada di area terbuka dengan vegetasi yang mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan maupun membuang puntung rokok di lokasi yang rawan kebakaran.

Insiden ini menjadi perhatian karena api di kawasan perkebunan dan lahan kering berpotensi meluas dalam waktu singkat serta mengancam aset perusahaan maupun lahan milik masyarakat.

Meski kebakaran di Lampung Utara telah berhasil dikendalikan, aparat masih melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian. Sementara itu, pendataan luas lahan yang terdampak juga masih dilakukan untuk memastikan jumlah kerusakan secara keseluruhan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update