Notification

×

Iklan

Kabut Asap Kembali Selimuti Kota Padang

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:53 WIB Last Updated 2026-10-09T06:53:00Z

Kabut asap kembali menyelimuti Kota Padang, Sumatera Barat

Padang, Rakyatterkini.com — Kabut asap kembali menyelimuti Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (8/10/2026). Setelah kualitas udara sempat membaik akibat turunnya hujan, kondisi udara di kota tersebut kembali memburuk sejak Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan pantauan di sejumlah titik, langit Kota Padang terlihat kelabu akibat selimut asap. Pemandangan ke arah perbukitan di bagian timur kota pun tampak samar karena menurunnya jarak pandang.

Data pemantauan kualitas udara yang beredar menunjukkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Kota Padang sempat berada pada angka 219 hingga 220 AQI US. Angka tersebut termasuk dalam kategori sangat tidak sehat dan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap dampak pencemaran udara.

Kondisi ini juga ditandai dengan tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 yang dilaporkan mencapai sekitar 144 hingga 145 mikrogram per meter kubik. Paparan partikel berukuran sangat kecil tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya bagi warga yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengingatkan masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada kondisi tidak sehat.

Ia juga menyarankan warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan untuk mengenakan masker guna membantu mengurangi paparan partikel berbahaya yang terkandung dalam asap.

Hendri menegaskan, kelompok masyarakat yang rentan perlu mendapatkan perhatian lebih. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama apabila kabut asap semakin tebal.

Munculnya kabut asap di Kota Padang diduga berkaitan dengan kiriman asap dari luar wilayah Sumatera Barat. Berdasarkan informasi dari prakirawan BMKG Minangkabau, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh titik panas yang berada di wilayah Sumatera Barat.

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga, terutama Sumatera Selatan dan Jambi, berpotensi terbawa angin hingga mencapai Sumatera Barat. Arah pergerakan angin serta kondisi cuaca menjadi faktor yang memengaruhi penyebaran asap ke sejumlah daerah.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kota Padang mengingatkan warga agar tidak membakar sampah secara terbuka. Selain mencemari lingkungan sekitar, pembakaran sampah dapat memperburuk kualitas udara yang saat ini sudah mengalami penurunan.

Masyarakat juga diminta memantau informasi terbaru mengenai kualitas udara melalui sumber resmi pemerintah dan instansi terkait. Jika kabut asap semakin pekat atau mulai mengganggu pernapasan, warga disarankan segera membatasi kegiatan di luar ruangan.

Bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, seperti batuk, sesak napas, mata perih, maupun gangguan pernapasan lainnya, diharapkan segera mengambil langkah pencegahan. Apabila gejala semakin parah, warga dianjurkan mencari pertolongan medis.

Sementara itu, perubahan cuaca dalam beberapa hari mendatang diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi udara di Kota Padang. Hujan yang turun di sejumlah wilayah berpotensi mengurangi partikel polutan di atmosfer, meskipun tingkat perbaikannya bergantung pada kondisi cuaca dan sumber pencemaran.

BPBD Kota Padang mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kualitas udara dengan menghindari pembakaran terbuka serta mengurangi kegiatan yang berpotensi menambah polusi. Kewaspadaan dan kepedulian bersama diperlukan hingga kabut asap berkurang dan kualitas udara kembali ke tingkat yang lebih aman bagi kesehatan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update