Notification

×

Iklan

Indosat Perpanjang Jabatan Vikram Sinha

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:23 WIB Last Updated 2026-10-01T17:23:00Z

Vikram Sinha melanjutkan kepemimpinan sebagai CEO PT Indosat 

Jakarta, Rakyatterkini.com– PT Indosat Tbk kembali memperkuat kesinambungan kepemimpinannya setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur sekaligus CEO Perseroan.

Persetujuan tersebut ditetapkan dalam RUPSLB yang berlangsung pada 29 September 2026. Keputusan ini sekaligus menindaklanjuti informasi yang sebelumnya telah disampaikan Indosat pada Juli 2026 terkait perpanjangan masa kepemimpinan Vikram Sinha.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan komposisi Dewan Komisaris Indosat.

Salah satu keputusan yang diambil adalah menerima pengunduran diri Seppalga Ahmad dari posisi Komisaris Perseroan. Pengunduran diri tersebut telah mendapatkan persetujuan dalam RUPSLB.

Manajemen Indosat menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dedikasi serta kontribusi Seppalga Ahmad selama menjalankan tanggung jawabnya sebagai anggota Dewan Komisaris.

Keputusan RUPSLB dinilai menjadi pijakan bagi Indosat untuk melanjutkan berbagai agenda strategis sekaligus merespons perkembangan kebutuhan bisnis pada masa mendatang. Kesinambungan kepemimpinan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Perseroan meneruskan transformasi bisnis dalam jangka panjang.

Pada tahap selanjutnya, kesinambungan tersebut akan mendukung Indosat dalam memperluas pelaksanaan strategi AI North Star. Strategi ini tidak hanya berfokus pada penguatan infrastruktur kecerdasan buatan dan kemampuan cloud, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem AI yang terintegrasi.

Ekosistem tersebut mencakup berbagai komponen, mulai dari infrastruktur, cloud, platform, hingga solusi berbasis AI. Integrasi berbagai kemampuan itu ditujukan untuk memperluas akses masyarakat dan dunia usaha di Indonesia terhadap teknologi kecerdasan buatan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Indosat membangun dasar penciptaan nilai yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Corporate Secretary, Director sekaligus Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan keputusan RUPSLB menjadi momentum bagi perusahaan untuk meneruskan agenda transformasi dan pertumbuhan.

Menurutnya, Indosat memasuki fase baru dengan fondasi yang telah dibangun sebelumnya. Perusahaan akan melanjutkan pengembangan strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta meningkatkan kemampuan perusahaan dalam membangun masa depan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Indosat juga menyatakan kesiapan untuk memperluas pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung pemanfaatan AI sehingga teknologi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun sektor bisnis.

Dalam penguatan kapasitas komputasi, Zankore disebut menjadi salah satu bagian penting melalui kontrak jangka panjang dengan kapasitas mencapai 200 MW.

Di sisi konektivitas, RAIA Grid ditopang jaringan fiber optik sepanjang sekitar 86.000 kilometer. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan kemampuan AI kepada pelaku usaha, pengembang teknologi, peneliti, hingga masyarakat.

Zankore dan RAIA Grid menjadi bagian dari fondasi AI Factory serta ekosistem AI Indosat. Keduanya mendukung langkah Perseroan untuk mengembangkan pemanfaatan AI yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas, tetapi juga menghasilkan nilai yang dapat dirasakan secara langsung.

Pengembangan teknologi tersebut berjalan beriringan dengan upaya Indosat memastikan Indonesia memiliki infrastruktur, kapasitas, dan sumber daya manusia yang memadai untuk mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi berbasis AI.

Dalam pengembangan talenta digital, Indosat menargetkan pemberdayaan hingga 2 juta talenta digital pada 2030. Program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kolaborasi itu mencakup penguatan penelitian di bidang AI, pengembangan inovasi, hingga peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri digital.

Selain pengembangan talenta, Indosat juga terus berupaya memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap berbagai peluang yang muncul dari perkembangan ekonomi digital di sejumlah wilayah Indonesia.

Perusahaan turut mendorong penerapan AI dengan dukungan infrastruktur digital yang lebih efisien dan memperhatikan aspek keberlanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pengujian teknologi AI-RAN yang berpotensi mengurangi konsumsi energi hingga 20 persen dibandingkan penggunaan jaringan konvensional.

Melalui rangkaian strategi tersebut, Indosat menegaskan bahwa pengembangan AI tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan kapasitas teknologi. Pemanfaatannya diharapkan dapat menciptakan peluang yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem digital dan AI Indonesia agar semakin inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update