Notification

×

Iklan

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:48 WIB Last Updated 2026-10-24T21:48:00Z

Pasokan Gas Sumatra Dialihkan untuk Kebutuhan dalam Negeri

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Pemerintah Indonesia mulai mengurangi penyaluran gas alam ke Singapura sebesar 31 miliar British Thermal Unit per hari (BBTUD) pada Sabtu (24/10/2026). 

Kebijakan ini dilakukan untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri di tengah dinamika geopolitik global.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pengurangan pasokan tersebut berasal dari dua wilayah produksi, yakni Sumatra dan Natuna.

Dari total gas yang dialihkan, sebanyak 16 BBTUD berasal dari Wilayah Kerja Jambi Merang di Sumatra. Sementara itu, 15 BBTUD lainnya bersumber dari wilayah Natuna.

Djoko menjelaskan, pasokan gas dari Jambi Merang tidak lagi seluruhnya dialirkan ke Singapura melalui pipa Transgasindo. Sebagian volume gas tersebut akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN di Batam dan Bintan, sekaligus memperkuat pasokan energi bagi wilayah Sumatra.

Adapun gas yang berasal dari Natuna akan disalurkan melalui jalur West Natuna Transportation System, Pemping, hingga Batam.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga ketahanan energi nasional. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dinilai perlu memprioritaskan ketersediaan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi domestik.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menyampaikan bahwa pemerintah siap meninjau kembali perjanjian ekspor energi dengan negara yang dianggap tidak menunjukkan sikap kooperatif di tengah perkembangan geopolitik internasional.

Ke depan, pemerintah akan terus mengevaluasi kebijakan penyaluran gas, termasuk komposisi pasokan untuk pasar domestik dan ekspor. Selama ini, sekitar 70 persen gas Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri, sedangkan 30 persen lainnya ditujukan ke pasar luar negeri.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pengembangan industri hilir, khususnya sektor petrokimia nasional, agar pemanfaatan sumber daya gas memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update