Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Jumat (16/10/2026) pukul 17.51 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu yang teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung.
Petugas pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, menyampaikan bahwa tinggi kolom letusan mencapai sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat.
Aktivitas erupsi ini tercatat pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan berlangsung selama 107 detik.
Badan Geologi melalui laporan resminya pada Jumat (16/10/2026) menyebutkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 17.51 WIB, dengan tinggi kolom letusan yang teramati sekitar 600 meter di atas puncak Semeru.
Menyikapi aktivitas vulkanik tersebut, masyarakat diimbau menaati rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), khususnya terkait pembatasan aktivitas di sejumlah zona rawan bencana.
PVMBG meminta warga tidak memasuki sektor tenggara Gunung Semeru, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, aktivitas masyarakat dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area ini berisiko terkena lontaran material vulkanik berupa batu pijar saat terjadi erupsi.
PVMBG turut mengingatkan adanya potensi bahaya berupa awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Sejumlah aliran sungai yang harus diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi aliran lahar juga perlu diperhatikan pada sungai-sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan.
Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.(da*)


