Notification

×

Iklan

Google Akui Aplikasi Android Bermasalah di Googlebooks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:20 WIB Last Updated 2026-10-06T19:20:00Z

Ilustrasi

Jakarta – Google mengungkapkan bahwa sejumlah aplikasi Android yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi masih menghadapi kendala kompatibilitas ketika dijalankan pada perangkat Googlebooks yang menggunakan prosesor Intel.

Mengutip laporan Engadget, Senin (5/10) waktu setempat, Googlebooks merupakan platform baru yang dikembangkan untuk menghadirkan integrasi antara perangkat berbasis Googlebooks dan ponsel Android.

Google menyebutkan, beberapa aplikasi maupun gim Android kemungkinan membutuhkan optimasi tambahan dari pengembang agar dapat bekerja secara maksimal pada perangkat Googlebooks dengan prosesor Intel.

“Karena sebagian besar aplikasi Android sejak awal dikembangkan untuk arsitektur Arm, sebagian kecil aplikasi atau gim yang kompleks membutuhkan penyesuaian dari pengembang agar dapat berjalan optimal pada platform berbasis Intel,” jelas Google.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Google mengaku terus berkolaborasi dengan para pengembang aplikasi, Intel, serta Qualcomm. Kerja sama itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperluas dukungan aplikasi Android pada berbagai perangkat Googlebooks.

Google juga telah menyediakan sejumlah aplikasi yang secara khusus dioptimalkan untuk platform tersebut. Kendati demikian, pengguna tetap memiliki akses untuk memasang aplikasi Android dari Google Play Store, termasuk aplikasi yang belum mendapatkan optimasi khusus untuk Googlebooks.

Hingga kini, Google belum mengungkap secara spesifik daftar aplikasi yang mengalami kendala pada perangkat dengan arsitektur x86 maupun jenis masalah yang muncul saat aplikasi tersebut dijalankan.

Persoalan kompatibilitas tersebut berkaitan dengan perbedaan arsitektur prosesor. Sebagian besar aplikasi Android dikembangkan untuk arsitektur Arm, sementara perangkat Googlebooks yang ditenagai prosesor Intel menggunakan arsitektur x86. Kondisi ini membuat sistem membutuhkan lapisan penerjemahan agar kode yang dirancang untuk Arm dapat dijalankan pada x86.

Google sebelumnya menjelaskan, proses penerjemahan kode Arm untuk dijalankan pada perangkat x86 berpotensi memengaruhi kinerja perangkat dan konsumsi baterai. Sebaliknya, aplikasi Android yang sejak awal dikompilasi untuk arsitektur x86 tidak mengalami persoalan yang sama.

Saat ini, Googlebooks telah memiliki tiga perangkat yang menggunakan prosesor Intel Core 5, masing-masing dari Acer, ASUS, dan Lenovo. Selain itu, tersedia dua perangkat berbasis Arm yang mengandalkan prosesor Snapdragon X Elite dari Dell dan HP.

Google memastikan optimalisasi akan terus dilakukan bersama para mitra dan pengembang untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam menjalankan aplikasi Android di seluruh perangkat Googlebooks.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update