Notification

×

Iklan

Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan PSMS Medan

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37 WIB Last Updated 2026-10-18T20:02:18Z

Pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto

Jakarta, Rakyatterkini.com – PSMS Medan harus menelan kekecewaan setelah kemenangan yang sudah di depan mata lepas akibat gol penyama kedudukan pada penghujung pertandingan. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu akhirnya bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang FC.

Pertandingan lanjutan pekan keenam Pegadaian Championship 2026/2027 tersebut berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (17/10/2026). Hasil ini membuat PSMS Medan harus puas membawa pulang satu poin, meski sebelumnya berpeluang mengamankan kemenangan.

Pelatih kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengaku kecewa dengan hasil akhir pertandingan. Ia menilai timnya sebenarnya mampu mengendalikan permainan dan mempertahankan keunggulan hingga memasuki masa tambahan waktu. Namun, gol lawan pada menit-menit terakhir membuat peluang meraih tiga poin sirna.

“Kami sempat unggul, tetapi kebobolan pada menit akhir. Tentu sangat disayangkan, namun inilah sepak bola,” ujar Eko seusai pertandingan.

Menurut pelatih asal Semarang itu, gol penyama kedudukan Semen Padang tidak terlepas dari menurunnya konsentrasi pemain PSMS Medan. Situasi tersebut terjadi setelah pertandingan sempat terhenti cukup lama akibat insiden cedera yang dialami penjaga gawang.

Terhentinya laga diduga memengaruhi ritme permainan dan kesiapan para pemain, khususnya di sektor pertahanan. Ketika pertandingan kembali dilanjutkan, PSMS tidak mampu mempertahankan fokus hingga peluit akhir dibunyikan.

Eko menegaskan bahwa konsentrasi selama pertandingan menjadi aspek penting yang selalu diingatkan kepada para pemainnya. Menurut dia, setiap perubahan situasi di lapangan harus diantisipasi dengan baik karena kelengahan sekecil apa pun dapat berakibat fatal, terutama menjelang berakhirnya pertandingan.

“Gol terjadi saat ada insiden kiper cedera. Pertandingan sempat berhenti cukup lama. Karena itu, sejak awal saya selalu mengingatkan pemain agar tetap fokus dari menit pertama hingga akhir,” jelasnya.

Di sisi lain, bek PSMS Medan, Azis Hutagalung, tetap memberikan penghargaan kepada rekan-rekannya atas perjuangan sepanjang pertandingan. Pemain bernomor punggung 96 itu menilai seluruh pemain telah berusaha maksimal untuk menghadapi tekanan dan permainan agresif Semen Padang.

Meski gagal membawa pulang tiga poin sesuai target, Azis melihat kerja keras tim sebagai hal yang patut diapresiasi. Ia juga menyadari bahwa hilangnya konsentrasi pada momen krusial menjadi salah satu faktor yang membuat PSMS harus rela kehilangan kemenangan.

“Apresiasi untuk semua teman-teman yang sudah berjuang dari awal sampai akhir. Kami sebenarnya hampir menang, tetapi sepak bola memang seperti ini. Menit terakhir bisa menentukan hasil pertandingan,” kata Azis.

Hasil imbang tersebut menjadi catatan penting bagi PSMS Medan untuk melakukan pembenahan. Tim pelatih diharapkan dapat meningkatkan konsistensi permainan sekaligus menjaga fokus para pemain hingga pertandingan benar-benar berakhir.

Evaluasi ini diperlukan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang dalam pertandingan selanjutnya, terutama ketika PSMS berusaha bersaing dan mengumpulkan poin maksimal di kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update