Padang, Rakyatterkini.com – Pembinaan olahraga sejak usia dini yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools membuahkan hasil membanggakan.
Atlet binaan akademi tersebut sukses menyumbangkan tiga medali emas dan dua medali perak untuk kontingen Kota Padang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026.
Kompetisi pickleball yang berlangsung di GOR Bermawi, Kota Bukittinggi, pada 6–10 Oktober 2026 itu menjadi ajang pembuktian kemampuan para atlet muda binaan akademi di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.
Secara keseluruhan, tim pickleball Kota Padang berhasil meraih gelar juara umum dengan koleksi sembilan medali emas. Dari total tersebut, tiga emas serta dua perak berasal dari kontribusi atlet Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools.
Tiga medali emas tersebut diraih melalui sejumlah nomor pertandingan. Emas pertama dipersembahkan pasangan Nadia Arista dan Aini Dina Ummaroh yang tampil di nomor ganda putri.
Prestasi berlanjut pada nomor beregu putra. Tim yang diperkuat Jumain, M. Irvan, Devino, Alif Putra Wirahman, dan Wedi Afri berhasil melewati persaingan hingga memastikan posisi teratas.
Sementara itu, tim beregu putri yang terdiri atas Nadia Arista, Selvi, Aqella, Shachiko, dan Nadhifa Khairunnisa juga sukses meraih medali emas. Hasil tersebut sekaligus menambah pundi-pundi medali bagi Kota Padang dalam cabang olahraga pickleball.
Ketua Umum Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools, April Chan, mengatakan atlet binaannya turut menyumbangkan dua medali perak. Medali tersebut diraih Nadia Arista pada nomor tunggal putri serta pasangan Alif Putra Wirahman dan Wedi Afri pada nomor ganda putra.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami di Semen Padang Schools. Apalagi, olahraga pickleball baru dikembangkan di lingkungan sekolah ini selama lebih dari satu tahun,” kata April Chan, Senin (12/10/2026).
April yang juga dipercaya sebagai pelatih pickleball kontingen Kota Padang pada Porprov XVI Sumbar 2026 menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan dan pembinaan yang dilakukan secara terencana.
Menurutnya, keberhasilan meraih lima medali di sejumlah nomor pertandingan menunjukkan bahwa atlet binaan akademi memiliki kemampuan untuk bersaing dalam kompetisi tingkat provinsi sekaligus memberikan sumbangsih bagi daerah.
Ia berharap hasil positif tersebut dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperkenalkan pickleball kepada lebih banyak generasi muda, serta mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing pada berbagai kejuaraan mendatang.
“Raihan tiga medali emas dan dua perak ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus mengembangkan pembinaan, meningkatkan minat generasi muda terhadap pickleball di Semen Padang Schools, dan melahirkan atlet-atlet berprestasi ke depannya,” ujarnya.
Atlet Termuda Jadi Catatan Istimewa
Selain keberhasilan meraih medali, Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools juga mencatatkan pengalaman berharga melalui keikutsertaan atlet muda bernama Abyan Thoriq Alina.
Atlet kelahiran 11 November 2013 itu tercatat sebagai peserta termuda dalam Porprov XVI Sumbar 2026. Meskipun belum berhasil memperoleh medali, partisipasinya dalam kompetisi tingkat provinsi menjadi pengalaman penting untuk mendukung perkembangan kemampuan dan karier olahraganya.
April Chan menyebut keikutsertaan Abyan sebagai kebanggaan tersendiri bagi akademi. Menurutnya, kesempatan bertanding di ajang sebesar Porprov merupakan bagian dari proses pembinaan atlet sejak usia dini.
“Walaupun belum meraih medali, kami tetap bangga. Abyan tercatat sebagai atlet termuda di antara peserta dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov Sumbar. Ini menjadi kebanggaan sekaligus catatan tersendiri bagi Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools,” ungkapnya.
Berawal dari Sosialisasi pada 2024
Perkembangan pickleball di Semen Padang Schools tidak terlepas dari upaya pihak sekolah dalam mengenalkan cabang olahraga yang menggabungkan sejumlah unsur permainan tenis, bulu tangkis, dan tenis meja tersebut.
April Chan menjelaskan, pickleball mulai diperkenalkan di lingkungan Semen Padang Schools pada Desember 2024. Saat itu, Yayasan Igasar Semen Padang berada di bawah kepemimpinan Ridwan Muchtar.
Pengenalan olahraga tersebut dilakukan oleh jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Pickleball Federation (IPF) Sumatera Barat. Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang, Freedo Syukri.
Melihat respons positif dan antusiasme siswa, pihak Semen Padang Schools kemudian mengambil langkah lanjutan dengan membentuk akademi khusus. Pickleball pun dikembangkan sebagai salah satu sarana pembinaan minat, bakat, dan kemampuan olahraga para siswa.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk membuka ruang bagi perkembangan cabang olahraga baru di lingkungan pendidikan, sekaligus mempersiapkan atlet yang dapat berkompetisi di berbagai tingkatan.
April menambahkan, Semen Padang Schools menaruh perhatian terhadap pengembangan pickleball melalui kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, sekolah tersebut menjadi satu-satunya sekolah di Kota Padang yang menjadikan pickleball sebagai salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler.
“Bahkan, menurut kami, Semen Padang Schools menjadi satu-satunya sekolah di Kota Padang yang memasukkan pickleball sebagai kegiatan ekstrakurikuler,” tutup April Chan.(da*)


