Agam, Rakyatterkini.com – Empat nelayan yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Gosong Kain, Tiku, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis (15/10/2026) pagi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Padang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa keempat nelayan tersebut ditemukan oleh nelayan setempat sekitar pukul 06.10 WIB.
Lokasi penemuan berada pada koordinat 0°33’31.31″S – 99°39’35.19″E, atau sekitar dua mil laut dari titik kejadian. Setelah ditemukan, para nelayan tersebut ditarik menuju pantai oleh nelayan yang menemukannya.
“Keempat korban ditemukan nelayan di sekitar dua mil laut dari lokasi kejadian, kemudian dibawa menuju pantai,” kata Abdul Malik.
Adapun empat nelayan yang berhasil ditemukan yakni Edi (52), Tolen (55), Is Fadli (25), dan Tio Rusnaldi (25). Keempatnya diketahui berasal dari Gasan Gadang.
Sebelum dinyatakan hilang kontak, Edi dan Tolen melaut menggunakan biduak bernama 04 yang berwarna hijau. Sementara itu, Is Fadli dan Tio Rusnaldi menggunakan biduak Pondok Mande berwarna biru.
Tim SAR Gabungan kemudian melakukan proses evakuasi terhadap seluruh korban. Pada pukul 08.20 WIB, keempat nelayan tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Abdul Malik memastikan seluruh korban telah ditemukan dan tidak ada lagi proses pencarian yang perlu dilanjutkan.
Setelah operasi dinyatakan selesai, tim melaksanakan debriefing pada pukul 13.30 WIB. Seluruh personel dan unsur yang terlibat selanjutnya kembali ke satuan masing-masing.
Sebelumnya, dua biduak yang membawa empat nelayan tersebut dilaporkan belum kembali dari aktivitas melaut di perairan Gosong Kain, Tiku, Kabupaten Agam, pada Rabu (14/10/2026).
Laporan mengenai kejadian itu diterima Kantor SAR Padang dari Wali Nagari Gasan Gadang pada Rabu pukul 16.03 WIB. Dua biduak yang belum diketahui keberadaannya masing-masing adalah biduak 04 berwarna hijau dan biduak Pondok Mande berwarna biru.
Berdasarkan informasi yang diterima, keempat nelayan tersebut berangkat melaut pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, empat biduak jaring dengan total delapan nelayan berangkat ke laut dan direncanakan kembali ke daratan pada Rabu sekitar pukul 06.00 WIB.
Namun, hingga waktu yang dijadwalkan, hanya dua biduak yang membawa empat nelayan yang telah kembali. Dua biduak lainnya belum diketahui keberadaannya sehingga menimbulkan kekhawatiran.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga SAR Agam mengerahkan tujuh personel menuju lokasi kejadian pada Rabu pukul 16.19 WIB untuk melakukan pencarian.
Upaya pencarian yang dilakukan tim bersama unsur terkait akhirnya membuahkan hasil. Keempat nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat pada Kamis pagi.(da*)


