Notification

×

Iklan

Edward Wilson Junior, Legenda Semen Padang di AFC Cup

Kamis, 15 Oktober 2026 | 01:48 WIB Last Updated 2026-10-14T18:48:00Z

Striker legendaris Semen Padang FC, Edward Wilson Junior 

Padang, Rakyatterkini.com – Nama Edward Wilson Junior menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah sepak bola Indonesia, khususnya bagi Semen Padang FC. Penyerang asal Liberia tersebut dikenal memiliki naluri mencetak gol yang tajam dan mampu menunjukkan kualitasnya tidak hanya di kompetisi nasional, tetapi juga di level Asia.

Puncak kejayaan Edu, sapaan akrabnya, terjadi saat membela Semen Padang dalam ajang AFC Cup 2013. Pada kompetisi antarklub Asia tersebut, ia mencetak sepuluh gol dalam satu musim. Catatan itu menjadi pencapaian istimewa bagi pemain klub Indonesia di turnamen tersebut. Torehannya bahkan melampaui jumlah enam gol yang dicetak Boaz Solossa dalam catatan yang dibandingkan pada kompetisi Asia.

Kiprah Edward Wilson Junior bersama tim berjuluk Kabau Sirah dimulai pada 24 April 2008. Sejak saat itu, ia terus memperlihatkan konsistensi sebagai mesin gol andalan Semen Padang.

Ketajamannya terlihat jelas pada musim 2009–2010 ketika Semen Padang masih berkompetisi di Divisi Utama. Edu berhasil mengemas 20 gol dan keluar sebagai pencetak gol terbanyak, sekaligus membantu tim meraih tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Performa apiknya berlanjut pada musim berikutnya. Dalam kompetisi Indonesia Super League 2010–2011, ia menyumbangkan 16 gol dan turut mengantarkan Semen Padang menempati posisi keempat klasemen akhir. Sementara itu, pada musim 2011–2012, ia kembali berperan besar dengan mencetak 13 gol ketika tim yang dilatih Jafri Sastra tersebut menjuarai Indonesia Premier League.

Meski telah bersinar di kompetisi domestik, penampilan Edu di AFC Cup 2013 menjadi salah satu pencapaian paling berkesan dalam perjalanan kariernya. Semen Padang tergabung di Grup E dan tampil impresif sepanjang fase grup. Tim asal Sumatra Barat itu tidak mengalami kekalahan, dengan mengumpulkan 16 poin hasil lima kemenangan dan satu kali imbang.

Gol pertama Edu di kompetisi tersebut tercipta ketika Semen Padang menghadapi wakil Singapura, Warriors FC, pada 5 Maret 2013. Bermain di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kabau Sirah sukses mengamankan kemenangan dengan skor 3-1.

Kontribusinya berlanjut saat Semen Padang bertandang ke markas Kitchee SC di Hong Kong pada 2 April 2013. Dalam pertandingan tersebut, Edu menyumbangkan satu gol yang membantu timnya meraih kemenangan 2-1.

Kitchee SC kemudian bertandang ke Padang pada 10 April 2013 dengan tekad membalas kekalahan sebelumnya. Pelatih mereka ketika itu, Josep Gombau, turut mengandalkan sejumlah pemain asing berpengalaman, yakni Fernando Recio, Pablo Counago, Zesh Rehman, dan Jordi Tarres.

Sebelum pertandingan berlangsung, Gombau menyampaikan ambisinya untuk membalas hasil buruk yang dialami timnya di Hong Kong. Namun, harapan tersebut tidak terwujud di Stadion Haji Agus Salim.

Semen Padang kembali menunjukkan dominasinya dengan mengalahkan Kitchee SC 3-1. Edward Wilson Junior menjadi sosok penting dalam kemenangan itu setelah mencetak dua gol di hadapan para pendukung tuan rumah.

Produktivitas Edu terus berlanjut dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Pada 24 April 2013, ia kembali membukukan dua gol ketika Semen Padang bertandang ke markas Warriors FC. Sepekan kemudian, tepatnya 1 Mei 2013, ia kembali mencetak dua gol saat Kabau Sirah menjamu klub India, Churchill Brothers.

Memasuki babak 16 besar pada 14 Mei 2013, Edu kembali membuktikan perannya sebagai pemain penentu. Gol melalui tendangan penalti yang dieksekusinya dengan baik memastikan kemenangan Semen Padang dengan skor 2-1 atas wakil Vietnam, SHB Da Nang. Hasil tersebut sekaligus membawa Kabau Sirah melangkah ke babak perempat final.

Sayangnya, perjalanan Semen Padang di kompetisi Asia musim itu harus berakhir di tangan East Bengal dari India. Pada pertemuan pertama, Kabau Sirah kalah tipis 0-1 akibat gol Ryuji Sueoka.

Ketika memainkan pertandingan penentuan di Padang pada 24 September 2013, Semen Padang hanya mampu bermain imbang 1-1. Edu sempat membangkitkan harapan publik tuan rumah melalui gol cepat pada menit ke-23. Namun, East Bengal berhasil menyamakan kedudukan menjelang pertandingan berakhir, sehingga langkah Semen Padang terhenti dan mereka gagal melaju ke semifinal.

Kegagalan tim menembus empat besar tidak mengurangi pencapaian individu Edu. Ia menutup AFC Cup 2013 dengan koleksi sepuluh gol dari delapan penampilan dan menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Jumlah tersebut hanya berada di bawah Issam Jemaa dari Kuwait SC yang mengoleksi 16 gol dan Jordi Tarres dari Kitchee SC dengan 12 gol.

Sepanjang membela Semen Padang, Edward Wilson Junior juga mencatatkan kontribusi besar di berbagai kompetisi. Total 95 gol yang dicetaknya menjadi bukti peran penting sang penyerang dalam perjalanan klub kebanggaan masyarakat Sumatra Barat tersebut.

Walaupun masa kejayaannya bersama Kabau Sirah telah berlalu, nama Edward Wilson Junior tetap melekat di hati para pendukung Semen Padang. Ketajamannya di depan gawang, kontribusinya dalam meraih prestasi domestik, serta rekor golnya di AFC Cup 2013 menjadikannya salah satu penyerang asing paling berkesan dalam sejarah klub.

Bagi Semen Padang FC, Edu bukan sekadar pencetak gol. Ia merupakan bagian dari era penting perjalanan klub sekaligus sosok yang meninggalkan standar tinggi bagi para penyerang yang datang setelahnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update