Notification

×

Iklan

Sampan Terbalik di Mentawai, 37 Siswa Selamat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 02:12 WIB Last Updated 2026-10-14T19:12:00Z

Penumpang saat berhasil dievakuasi

Mentawai, Rakyatterkini.com – Sebuah sampan cadik yang membawa sekitar 37 siswa mengalami kecelakaan hingga terbalik di perairan Selat Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (13/10/2026). Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan berkat bantuan kapal nelayan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Mentawai, sampan tersebut diketahui sedang mengangkut para siswa dari SMA Negeri 1 PUS menuju Sikakap.

Kecelakaan terjadi ketika bagian kanan sampan mengalami kerusakan hingga patah. Akibatnya, air laut masuk ke dalam badan sampan dan membuat kapal kehilangan daya apung sebelum akhirnya terbalik.

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Kantor SAR Mentawai pada pukul 17.50 WIB. Setelah mendapatkan informasi, petugas langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya Polsek Sikakap, Pos TNI AL Sikakap, Danramil Sikakap, Camat Sikakap, KSOP, orang tua siswa, serta masyarakat setempat.

Proses penyelamatan dilakukan dengan bantuan kapal nelayan yang berada di sekitar perairan tersebut. Sebanyak 37 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun penumpang yang dinyatakan hilang dalam peristiwa itu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di perairan Kepulauan Mentawai.

Benteng menegaskan pentingnya penggunaan jaket pelampung atau life jacket serta perlengkapan keselamatan yang memadai. Ia juga menyarankan agar pelaku pelayaran membawa Personal Locator Beacon (PLB), yakni perangkat yang dapat membantu proses pencarian ketika terjadi keadaan darurat.

“Selalu utamakan keselamatan pelayaran dengan menggunakan life jacket atau alat apung yang sesuai serta membawa Personal Locator Beacon (PLB) sebagai perangkat penunjang keselamatan,” ujar Benteng dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (14/10/2026).

Selain menggunakan perlengkapan keselamatan, ia meminta masyarakat untuk memeriksa kondisi kapal dan memperhatikan perkembangan cuaca sebelum memulai perjalanan.

“Setiap pelayaran harus memperhatikan kondisi cuaca dan memastikan kesiapan kapal sebelum berangkat guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna transportasi laut agar tidak mengabaikan aspek keselamatan, terutama saat membawa penumpang di wilayah perairan Kepulauan Mentawai.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update