Notification

×

Iklan

Cadangan Devisa September Capai US$146,3 Miliar

Kamis, 08 Oktober 2026 | 03:31 WIB Last Updated 2026-10-07T21:31:59Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 mencapai 146,3 miliar dolar AS. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan posisi pada akhir Agustus 2026 yang tercatat sebesar 146,5 miliar dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perubahan posisi cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan dari penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta pemasukan pajak dan jasa.

Di sisi lain, cadangan devisa juga terpengaruh oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah yang telah jatuh tempo. Selain itu, BI melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian yang terjadi di pasar keuangan global.

Ramdan menyebutkan, jumlah cadangan devisa pada akhir September 2026 setara dengan pembiayaan kebutuhan impor selama 5,3 bulan. Jika turut memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, cadangan tersebut setara dengan 5,2 bulan pembiayaan.

Posisi itu masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada pada kisaran tiga bulan kebutuhan impor.

Menurut BI, tingkat cadangan devisa tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan sektor eksternal Indonesia. Kondisi itu sekaligus membantu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

BI juga memperkirakan ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat ke depan. Optimisme tersebut didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta potensi masuknya modal asing ke dalam negeri.

Arus modal asing dinilai tetap memiliki peluang tumbuh seiring persepsi investor yang positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selain itu, tingkat imbal hasil investasi di dalam negeri juga masih dipandang menarik.

Ramdan menegaskan BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan sektor eksternal. Langkah tersebut dilakukan guna mempertahankan stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update