Notification

×

Iklan

Mensos Tinjau Banjir di Kabupaten Solok

Kamis, 08 Oktober 2026 | 04:10 WIB Last Updated 2026-10-07T21:10:00Z

Kunjungi Arosuka, Mensos Tekankan Pendataan dan Penanganan Warga Terdampak Galodo

Arosuka, Rakyatterkini.com — Menteri Sosial Republik Indonesia Syaifullah Yusuf meninjau langsung penanganan bencana banjir di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu (7/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

Mensos mendatangi Posko Utama Kabupaten Solok bersama sejumlah pejabat Kementerian Sosial. Kedatangannya disambut Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Solok Candra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta instansi terkait.

Dalam arahannya, Syaifullah Yusuf meminta keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan pokok menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana. Menurutnya, warga yang terdampak harus segera mendapatkan pertolongan, termasuk melalui penyediaan makanan di posko pengungsian.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari pemerintah daerah, langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan seluruh keluarga yang terdampak dapat diselamatkan. Keberadaan dapur umum juga dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Mensos juga meminta pemerintah daerah dan Forkopimda melakukan pendataan warga terdampak secara menyeluruh dan akurat. Data tersebut diperlukan sebagai acuan dalam menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan pemerintah.

Syaifullah mengimbau warga yang belum memperoleh bantuan untuk tetap bersabar karena proses penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pendataan.

Ia menegaskan, bantuan yang disalurkan pemerintah harus dipastikan tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang menjadi korban bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos turut menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi di Kabupaten Solok.

Di sisi lain, Bupati Solok Jon Firman Pandu menjelaskan bahwa tingginya curah hujan yang terjadi pada September lalu berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat maupun aktivitas pemerintahan di daerah tersebut.

Menurut Jon, kondisi tersebut bahkan sempat menyebabkan kawasan perkantoran tidak dapat beraktivitas secara normal. Meski demikian, ia menilai semangat kebersamaan masyarakat dan seluruh unsur pemerintahan menjadi modal penting untuk menghadapi situasi tersebut.

"Solok adalah daerah yang selalu mengedepankan kebersamaan. Kita bersama-sama menghadapi kondisi ini dan berupaya bangkit menjadi lebih baik," kata Jon.

Ia menambahkan, proses penanganan bencana dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak. Pemkab Solok bersama Forkopimda juga memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat selama tujuh hari agar penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak dapat dilakukan secara maksimal.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update