Notification

×

Iklan

BULOG Cetak Rekor Pengadaan Beras Tertinggi

Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:21 WIB Last Updated 2026-10-13T09:21:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan capaian di sektor pangan dengan terpenuhinya kebutuhan nasional dari produksi dalam negeri untuk delapan komoditas. Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor.

Mengacu pada proyeksi neraca pangan 2026 yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas), produksi delapan komoditas tersebut diperkirakan melampaui kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi surplus produksi pangan nasional.

Komoditas yang dimaksud mencakup beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Jika digabungkan, total produksi delapan komoditas itu diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton. Sementara itu, kebutuhan nasional diperkirakan sebesar 68,22 juta ton, sehingga terdapat kelebihan pasokan sekitar 4,69 juta ton.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut keberhasilan mencapai swasembada pada sejumlah komoditas sebagai langkah penting untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

“Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada,” ujar Zulkifli Hasan di Jakarta, sebagaimana ditulis pada Senin (12/10/2026).

Neraca produksi sejumlah komoditas strategis memperlihatkan bahwa pasokan domestik mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, bahkan menyisakan surplus. Kondisi tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan stabilitas pasokan, serta mengurangi risiko gejolak harga di pasar.

Pada komoditas jagung, produksi nasional diperkirakan mencapai 18 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri berada di kisaran 16,44 juta ton. Selisih antara produksi dan kebutuhan tersebut menghasilkan surplus sekitar 1,56 juta ton.

Gula konsumsi juga diproyeksikan mengalami kelebihan produksi. Dari perkiraan produksi sebesar 3,04 juta ton, kebutuhan nasional tercatat sekitar 2,84 juta ton. Artinya, terdapat surplus kurang lebih 207 ribu ton.

Sektor peternakan turut memperlihatkan kondisi serupa. Produksi daging ayam ras diperkirakan mencapai 4,90 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 4,02 juta ton. Dengan perbandingan tersebut, surplus daging ayam ras diproyeksikan mencapai 876 ribu ton.

Untuk telur ayam ras, produksi diperkirakan menyentuh 6,99 juta ton, melampaui kebutuhan yang berada di angka 6,47 juta ton. Kelebihan pasokan komoditas ini diperkirakan mencapai 516 ribu ton.

Di sektor hortikultura, produksi cabai besar diproyeksikan mencapai 1,52 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 929 ribu ton. Angka tersebut menghasilkan surplus kurang lebih 588 ribu ton.

Produksi cabai rawit juga diperkirakan mencapai 1,51 juta ton. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional sebesar 914 ribu ton, sehingga terdapat potensi surplus sekitar 595 ribu ton.

Sementara itu, produksi bawang merah diproyeksikan mencapai 1,32 juta ton. Dengan kebutuhan dalam negeri sekitar 1,25 juta ton, komoditas ini diperkirakan memiliki surplus sebesar 63 ribu ton.

Pengadaan Beras BULOG Lampaui Rekor Sebelumnya

Selain capaian pada delapan komoditas pangan, sektor perberasan juga menunjukkan perkembangan melalui peningkatan penyerapan beras oleh Perum BULOG untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Pada masa pemerintahan Prabowo, realisasi pengadaan beras BULOG mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut. Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan kemampuan penyerapan beras dalam negeri yang meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hingga 11 Oktober 2026, pengadaan beras melalui skema Public Service Obligation (PSO) tercatat mencapai 4.131.492 ton setara beras. Jumlah tersebut setara dengan 103,29 persen dari target penugasan pemerintah yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.

Dengan realisasi yang telah melampaui target, pengadaan beras untuk cadangan pemerintah berhasil mencapai sasaran lebih awal sebelum tahun 2026 berakhir.

Capaian tahun ini juga lebih tinggi dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 3.191.969 ton setara beras. Selain itu, jumlah tersebut melampaui rekor sebelumnya pada 2012, ketika BULOG menyerap sekitar 3,65 juta ton beras.

Peningkatan penyerapan tersebut berdampak terhadap penguatan cadangan beras pemerintah. Hingga 11 Oktober 2026, stok CBP dilaporkan telah menembus angka 4,6 juta ton.

Ketersediaan stok dalam jumlah besar memberikan keleluasaan bagi pemerintah untuk menjaga pasokan beras di tengah perubahan kondisi produksi dan konsumsi. Cadangan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung stabilisasi harga, pelaksanaan intervensi pasar, serta penyaluran bantuan pangan ketika dibutuhkan.

Pengadaan beras menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan nasional. Melalui penguatan cadangan pemerintah, risiko kekurangan pasokan diharapkan dapat diantisipasi dengan lebih baik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update