Notification

×

Iklan

30 Sasaran Silek Tuo Meriahkan RSBG 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:45 WIB Last Updated 2026-10-13T09:45:00Z

Seni bela diri tradisional Minangkabau

Solok, Rakyatterkini.com – Seni bela diri tradisional Minangkabau menjadi salah satu daya tarik dalam perhelatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026. 

Sebanyak 30 sasaran Silek Tuo dari Kota Solok tampil memperagakan jurus-jurus khas di Lapangan Merdeka Solok, Senin (12/10/2026) malam, dan berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi acara.

Pertunjukan tersebut tidak hanya menyuguhkan atraksi bela diri, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau yang sarat dengan nilai adat, filosofi kehidupan, spiritualitas, serta etika dalam bermasyarakat.

Sejumlah pejabat dan tokoh adat turut hadir menyaksikan penampilan para pesilat, di antaranya Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Daswipetra, Dt. Manjinjiang Alam, Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli, Ketua LKAAM Kota Solok H. Rusli Kh. Suleman, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta unsur niniak mamak.

Dalam pertunjukan tersebut, para pesilat dari berbagai sasaran menampilkan gerakan sesuai dengan aliran silek yang mereka pelajari. Ketangkasan, keluwesan, ketenangan, dan ketepatan dalam memainkan jurus memperlihatkan keunikan Silek Tuo sebagai seni bela diri yang diwariskan secara turun-temurun.

Lebih dari sekadar kemampuan bertarung, Silek Tuo mengandung ajaran tentang pengendalian diri, keberanian, kewaspadaan, dan penghormatan terhadap sesama. Setiap gerakan memiliki perhitungan tersendiri yang mencerminkan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi badatuak, salah satu tradisi adat Minangkabau yang memiliki makna tersendiri dalam pelaksanaan acara. Prosesi tersebut menambah kekentalan nuansa adat sekaligus memperkuat karakter budaya dalam rangkaian RSBG 2026.

Ramainya masyarakat yang menyaksikan pertunjukan menunjukkan tingginya minat terhadap seni dan tradisi lokal. Pengunjung tidak hanya menikmati keindahan gerakan para pesilat, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat warisan budaya Minangkabau yang terus dijaga keberlangsungannya.

Keikutsertaan 30 sasaran Silek Tuo menjadi gambaran bahwa seni bela diri tradisional masih tumbuh dan mendapat tempat di tengah masyarakat. Keterlibatan pesilat dari berbagai kelompok dan generasi juga menjadi bagian penting dalam meneruskan tradisi agar tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi muda.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra berharap Silek Tuo terus dilestarikan sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Minangkabau. Menurutnya, menjaga keberadaan tradisi tersebut membutuhkan peran bersama, tidak hanya dari kalangan pesilat dan tokoh adat, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Ia menilai dukungan berbagai pihak sangat diperlukan agar warisan leluhur tetap bertahan di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam Silek Tuo dapat terus diwariskan dan menjadi pedoman bagi generasi berikutnya.

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, pertunjukan Silek Tuo juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata Kota Solok. Kehadirannya dalam RSBG 2026 memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk mengenal kekayaan tradisi serta kearifan lokal yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Melalui penyelenggaraan RSBG 2026, Pemerintah Kota Solok terus berupaya memperkenalkan seni dan budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sendiri, dan mendorong pengembangan pariwisata berbasis tradisi.

Penampilan 30 sasaran Silek Tuo di Lapangan Merdeka menjadi pengingat bahwa budaya Minangkabau bukan sekadar peninggalan masa lalu. Warisan tersebut merupakan bagian dari jati diri masyarakat yang perlu dirawat, dilestarikan, dan diteruskan kepada generasi mendatang.(da*)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update