Jakarta, Rakyatterkini.com – Aparat gabungan menggelar penggerebekan di kawasan bantaran rel kereta api Medan-Binjai, Desa Serba Jadi, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat penyalahgunaan sekaligus peredaran narkotika. Dalam operasi itu, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan setelah beberapa pria berusaha kabur saat melihat kedatangan aparat.
Operasi penindakan ini melibatkan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Untuk mencapai titik sasaran, petugas harus melewati akses jalan sempit menuju kawasan yang dicurigai menjadi pusat aktivitas narkoba.
Saat penggerebekan berlangsung, sejumlah pria langsung melarikan diri ke berbagai arah. Petugas kemudian melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan mereka. Meski demikian, beberapa orang berhasil diamankan dalam operasi tersebut.
Dari lokasi kejadian, aparat turut mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Barang-barang tersebut meliputi sabu, alat isap, timbangan elektrik, serta sejumlah perlengkapan lainnya.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, mengungkapkan bahwa tim menemukan enam barak yang diduga digunakan sebagai tempat mengonsumsi dan mengedarkan narkoba.
Menurut Rafli, beberapa orang yang berada di barak sempat berusaha meloloskan diri hingga terjadi aksi kejar-kejaran dengan petugas. Namun, aparat terus melakukan pengejaran dan menindaklanjuti temuan tersebut dengan menghancurkan bangunan-bangunan yang digunakan untuk aktivitas ilegal itu.
Keberadaan barak-barak tersebut juga dilengkapi pos pemantauan dan perangkat komunikasi berupa handy-talky (HT). Sarana itu diduga digunakan untuk mengawasi situasi di sekitar lokasi, termasuk mendeteksi kedatangan petugas agar penghuni barak dapat segera melarikan diri.
Sebagai langkah pencegahan agar tempat tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk kegiatan serupa, petugas membongkar dan membakar keenam barak yang ditemukan.
Polisi menegaskan pengawasan di kawasan bantaran rel kereta api Medan-Binjai akan terus dilakukan. Penindakan lanjutan juga bakal dilaksanakan apabila aparat kembali menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di wilayah tersebut.(da*)


