Notification

×

Iklan

Boccia Indonesia Borong 4 Emas di Asian Para Games 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 02:47 WIB Last Updated 2026-10-24T19:47:00Z

Tim boccia Indonesia meraih medali emas nomor beregu campuran

Jakarta, Rakyatterkini.com – Tim boccia Indonesia menorehkan prestasi gemilang pada Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Kontingen Merah Putih berhasil mengoleksi empat medali emas, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak satu emas. Hasil positif ini menjadi bekal berharga bagi para atlet untuk mempersiapkan diri menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

Emas keempat Indonesia dipastikan melalui keberhasilan tim beregu campuran BC1/BC2 yang diperkuat Felix Ardi Yudha, Gischa Zayana, dan Muhammad Afrizal Syafa. Dalam pertandingan final di Nagoya General Gymnasium (Rainbow Hall), Sabtu (24/10/2026), mereka tampil dominan dan menaklukkan Thailand dengan skor 11-3.

Sebelumnya, Indonesia telah mengamankan tiga medali emas dari nomor perseorangan. Gischa Zayana meraih gelar juara di kategori BC2 putri, Felix Ardi Yudha memenangkan nomor BC1 putra, sementara Handayani menyumbangkan emas dari kategori BC1 putri.

Keberhasilan meraih empat emas tersebut menjadi pencapaian di luar perkiraan tim pelatih. Sebelum bertanding di Nagoya, Indonesia hanya membidik satu medali emas dengan nomor beregu sebagai salah satu peluang utama untuk meraihnya.

Koordinator pelatih boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, mengaku tidak menyangka timnya mampu mengalahkan Thailand dengan selisih skor yang cukup besar. Ia menilai pertandingan kedua negara biasanya berjalan sengit dan menghadirkan persaingan ketat.

Hasil ini sekaligus menempatkan boccia sebagai salah satu cabang olahraga yang memberikan sumbangan medali emas signifikan bagi Indonesia pada Asian Para Games 2026.

Empat Emas Jadi Modal Menuju Los Angeles 2028

Setelah mencatatkan hasil memuaskan di Jepang, tim boccia Indonesia kini mulai memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi Paralimpiade Los Angeles 2028. Prestasi di Asian Para Games diharapkan menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan atlet sekaligus memperbesar peluang tampil di ajang tersebut.

Islahuzzaman menyampaikan bahwa nomor beregu campuran BC1/BC2 selama ini menjadi salah satu andalan Indonesia. Posisi tim yang berada di peringkat pertama dunia dinilai membuka peluang besar untuk bersaing dalam perebutan tiket Paralimpiade.

Ia menjelaskan bahwa tambahan prestasi dari nomor individu juga memberikan dampak positif bagi persiapan tim menuju kompetisi tingkat dunia.

"Ya Alhamdulillah dengan hasil ini, karena memang target awal kita di kelas tim, karena di tim kita kuat, nomor satu dunia. Dengan tambahan prestasi dari nomor individu, harapannya ini sebagai bagian dari persiapan ke Los Angeles," ujar Islahuzzaman.

Keberhasilan di tiga nomor individu memperlihatkan bahwa kekuatan boccia Indonesia tidak hanya bertumpu pada kategori beregu. Prestasi Gischa, Felix, dan Handayani menjadi bukti bahwa atlet Indonesia juga mampu bersaing secara perseorangan di tingkat Asia.

Walaupun demikian, hasil di Asian Para Games belum secara otomatis menjamin keikutsertaan Indonesia pada Paralimpiade 2028. Para atlet masih harus melewati mekanisme kualifikasi yang telah ditetapkan untuk memperoleh tempat di Los Angeles.

Pelatih Optimistis Peluang Lolos Mencapai 99 Persen

Islahuzzaman menyebut terdapat dua jalur yang dapat dimanfaatkan tim boccia Indonesia untuk mendapatkan tiket Paralimpiade 2028. Keduanya adalah melalui kejuaraan regional dan berdasarkan posisi dalam peringkat dunia.

Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah mengikuti kejuaraan regional pada 2027. Kompetisi tersebut menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk mengamankan tiket ke Paralimpiade melalui jalur kualifikasi regional.

"Insya Allah untuk yang tim, kita peringkat satu, kemungkinan kalau di tahun 2027 kita akan melakoni kejuaraan regional, karena syarat lolosnya memang dari regional dulu," kata Islahuzzaman.

Ia menerangkan, apabila Indonesia berhasil memenuhi persyaratan melalui kejuaraan regional, tim dapat langsung memastikan tempat di Los Angeles. Namun, jika jalur tersebut belum membuahkan hasil, peluang masih terbuka melalui mekanisme peringkat dunia.

"Kalau lewat ini lolos, kita langsung lolos ke Los Angeles. Kalau tidak, kita bisa lolos pakai skema peringkat. 99 persen lolos karena skor kita terlalu tinggi dibandingkan dengan negara lain," lanjutnya.

Optimisme pelatih tersebut didasarkan pada posisi Indonesia dalam pemeringkatan dunia serta capaian yang telah dibukukan dalam berbagai pertandingan internasional. Meski demikian, perkiraan peluang sebesar 99 persen itu merupakan penilaian tim pelatih dan bukan jaminan resmi kelolosan ke Paralimpiade 2028.

Dengan raihan empat medali emas di Asian Para Games 2026, tim boccia Indonesia memiliki modal penting untuk melanjutkan pembinaan dan mematangkan persiapan menghadapi rangkaian kompetisi kualifikasi pada 2027 hingga menjelang Paralimpiade.

Kemenangan di nomor beregu campuran BC1/BC2 juga menjadi penutup yang membanggakan bagi perjuangan atlet boccia Indonesia di Aichi-Nagoya.

Indonesia Akhiri Asian Para Games dengan 73 Medali

Secara keseluruhan, Indonesia menuntaskan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di posisi kedelapan klasemen akhir. Kontingen Merah Putih mengumpulkan total 73 medali, terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.

Dari keseluruhan medali emas tersebut, cabang boccia menyumbangkan empat keping. Kontribusi ini mempertegas peran penting para atlet boccia dalam mendukung pencapaian Indonesia pada pesta olahraga atlet disabilitas tingkat Asia tersebut.

Prestasi di Nagoya diharapkan menjadi pijakan bagi boccia Indonesia untuk mempertahankan daya saing di level internasional sekaligus memperjuangkan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update