Jakarta, Rakyatterkini.com – Barcelona harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) setelah menelan kekalahan 2-4 pada pertandingan ketiga Liga Champions 2026-2027. Duel yang digelar di Stadion Parc des Princes, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB, tersebut memperlihatkan kesulitan Blaugrana dalam mengantisipasi tekanan lawan menjelang akhir pertandingan.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menilai PSG memiliki kemampuan transisi yang sangat berbahaya. Menurutnya, tim asuhannya sempat memberikan perlawanan yang cukup baik, tetapi kehilangan kemampuan untuk menjaga intensitas permainan ketika laga memasuki 15 menit terakhir.
Dikutip Okezone dari Barca Blaugranes, Flick mengakui kualitas permainan PSG menjadi salah satu faktor yang membuat Barcelona gagal membawa pulang hasil positif.
“Pertandingan yang fantastis. PSG menunjukkan mereka adalah tim yang lebih baik daripada kami. Kami kalah dalam pertandingan ini, tetapi kami belajar banyak dari pertandingan kali ini,” ujar Flick.
Mantan pelatih Bayern Munich yang membawa klub Jerman tersebut meraih treble winner pada musim 2019-2020 itu juga menyoroti penurunan kondisi fisik para pemainnya pada penghujung laga.
“Mereka memiliki kualitas yang sangat bagus dalam melakukan transisi. Kami berusaha bertahan menghadapi mereka dan melakukannya dengan baik. Namun, dalam 15 menit terakhir, kondisi fisik kami sudah tidak segar lagi,” lanjutnya.
1. Barcelona Kesulitan Menghadapi Tekanan PSG
Barcelona sebenarnya mampu mengimbangi PSG dalam penguasaan bola. Tim asal Catalunya itu mencatatkan 53 persen penguasaan bola, sedangkan tuan rumah membukukan 47 persen.
Akan tetapi, statistik peluang menunjukkan PSG tampil lebih mengancam. Les Parisiens mencatatkan 15 tembakan tepat sasaran, sementara Barcelona hanya menghasilkan lima tembakan yang mengarah ke gawang.
PSG membuka keunggulan melalui Desire Doue pada menit ke-38. Barcelona kemudian membalas pada menit ke-55 lewat Espart sehingga skor kembali imbang.
Pertandingan semakin sengit ketika Lucas Hernandez membawa PSG unggul 2-1. Barcelona belum menyerah dan kembali menyamakan kedudukan melalui gol Lamine Yamal pada menit ke-79.
Namun, gol tersebut justru menjadi titik balik bagi PSG untuk kembali meningkatkan tekanan. Vitinha mencetak gol pada menit ke-81, sebelum Fabian Ruiz menambah keunggulan tuan rumah pada menit ke-86.
Dua gol dalam rentang waktu singkat itu membuat Barcelona kehilangan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan. PSG akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-2.
2. Kekalahan Pertama Barcelona Musim Ini
Hasil negatif di Paris menjadi kekalahan perdana Barcelona sepanjang musim 2026-2027. Sebelumnya, tim besutan Flick tersebut mampu menyapu bersih kemenangan dalam 11 pertandingan pertamanya di seluruh kompetisi.
Flick menganggap kekalahan dari PSG sebagai bahan evaluasi penting bagi timnya. Ia mengakui persiapan Barcelona menuju pertandingan tersebut belum berjalan maksimal dan menegaskan perlunya perbaikan sebelum menghadapi laga berikutnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, pelatih asal Jerman itu tetap melihat sejumlah aspek positif dari penampilan anak asuhnya. Ia berharap timnya dapat mengambil pelajaran dari kekurangan yang terlihat selama menghadapi PSG.
“Persiapan kami untuk pertandingan ini memang tidak berjalan dengan baik, tetapi sekarang kami harus menganalisisnya. Kami perlu melakukan hal-hal yang lebih baik pada masa mendatang. Namun, hari ini kami juga melakukan beberapa hal dengan sangat baik,” kata Flick.
Barcelona kini harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan selanjutnya. Tantangan besar sudah menanti karena mereka dijadwalkan menghadapi rival abadi, Real Madrid, dalam laga El Clasico pada Senin (26/10/2026) pukul 03.00 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Barcelona untuk bangkit sekaligus membuktikan bahwa kekalahan dari PSG dapat menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan mereka di kompetisi musim ini.(da*)


