Notification

×

Iklan

Bank Nagari dan Pemkab Mentawai Digitalisasi Retribusi Selancar

Kamis, 15 Oktober 2026 | 05:27 WIB Last Updated 2026-10-14T22:27:00Z

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bank Nagari dan  Disparpora

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai bekerja sama dengan Bank Nagari untuk menerapkan sistem pembayaran digital pada retribusi selancar atau surfing. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi pengelolaan pendapatan daerah sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata di Kepulauan Mentawai.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai pembayaran retribusi selancar melalui sistem host to host antara Bank Nagari dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penandatanganan berlangsung di Selasar Kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (14/10/2026).

Kegiatan itu dihadiri Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, Direktur Operasional Bank Nagari Zilfa Efrizon, Kepala Bank Nagari Cabang Mentawai David, serta sejumlah pejabat dari kedua pihak.

Kolaborasi ini sekaligus mendukung promosi pariwisata Mentawai melalui kampanye bertajuk “Mentawai Surf and Soul”. Program tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, terutama para peselancar yang menjadikan Kepulauan Mentawai sebagai tujuan wisata unggulan.

Penerapan pembayaran elektronik diharapkan membuat pendataan kunjungan wisatawan dan pengelolaan penerimaan retribusi menjadi lebih teratur, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar mengganti pembayaran tunai dengan transaksi digital. Menurutnya, digitalisasi merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola destinasi wisata yang lebih modern, terintegrasi, dan mengikuti perkembangan teknologi.

Ia menyebutkan, penerapan sistem retribusi elektronik atau e-retribusi dapat membantu meningkatkan ketepatan data pengunjung, menyederhanakan proses pembayaran, serta memperkuat transparansi penerimaan daerah dari sektor pariwisata.

Zilfa juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kepulauan Mentawai beserta jajaran atas kepercayaan dan kerja sama yang terjalin dengan Bank Nagari. Ia menegaskan, pihaknya siap mendukung pemerintah daerah dalam memperluas digitalisasi transaksi dan meningkatkan penggunaan pembayaran nontunai di berbagai sektor.

“Kami ingin kehadiran Bank Nagari tidak hanya terlihat pada kantor-kantor cabang dan layanan perbankan, tetapi benar-benar hadir di tengah aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pasar, UMKM, pusat perdagangan, layanan pemerintah, hingga destinasi pariwisata,” ujarnya.

Untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat Mentawai, Bank Nagari telah memiliki jaringan pelayanan yang meliputi Kantor Cabang Mentawai di Tuapejat serta kantor cabang pembantu di Siberut, Sikakap, dan Sikabaluan.

Jaringan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Kepulauan Mentawai.

Dalam penerapannya, pembayaran retribusi selancar dapat dilakukan menggunakan QRIS dan virtual account. Dengan sistem ini, peselancar tidak lagi harus menyiapkan uang tunai untuk memenuhi kewajiban pembayaran retribusi.

Selain memberikan kemudahan bagi wisatawan, sistem elektronik tersebut juga memungkinkan transaksi tercatat secara lebih sistematis sehingga pemerintah daerah dapat melakukan pemantauan penerimaan secara terintegrasi.

Zilfa menilai, digitalisasi retribusi selancar dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan ekosistem pariwisata digital yang lebih menyeluruh di Mentawai. Ke depannya, penggunaan transaksi elektronik diharapkan dapat diperluas ke berbagai kebutuhan wisatawan, seperti transportasi, kuliner, penginapan, penyewaan perlengkapan selancar, hingga pembelian produk UMKM lokal.

Dengan meningkatnya penggunaan pembayaran digital, pelaku usaha setempat diharapkan turut merasakan manfaat dari pertumbuhan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi pariwisata.

“Pariwisatanya tumbuh, UMKM-nya berkembang, transaksi digital meningkat, PAD semakin optimal, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tutur Zilfa.

Ia menambahkan, Bank Nagari berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan Pemkab Kepulauan Mentawai dalam berbagai program, termasuk digitalisasi transaksi pemerintahan, elektronifikasi penerimaan daerah, penguatan UMKM, perluasan inklusi keuangan, serta pengembangan pariwisata berbasis teknologi digital.

Bank Nagari juga berharap sistem e-retribusi selancar dapat menjadi proyek percontohan yang nantinya diterapkan pada objek wisata lain di Kepulauan Mentawai.

Digitalisasi Diharapkan Dongkrak Pendapatan Daerah

Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengapresiasi dukungan Bank Nagari yang selama ini turut berpartisipasi dalam berbagai program positif pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata.

Rinto menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah mekanisme pemungutan retribusi selancar yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Sistem tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pertanyaan dari wisatawan mengenai keterbukaan pengelolaan uang retribusi, termasuk kepastian bahwa pembayaran yang diserahkan benar-benar masuk ke kas daerah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Kepulauan Mentawai menjalin kerja sama dengan Bank Nagari guna menghadirkan mekanisme pembayaran yang lebih transparan melalui sistem digital.

Dengan mekanisme baru ini, peselancar dapat melakukan pembayaran melalui QRIS maupun sarana pembayaran elektronik lainnya. Setiap transaksi diharapkan terdokumentasi dengan baik sehingga aliran penerimaan retribusi dapat dipantau dan disalurkan ke kas daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mencoba mengubah pola pembayaran retribusi selancar menjadi digital dengan menggandeng Bank Nagari. Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan penerimaan retribusi daerah,” kata Rinto.

Ia berharap peningkatan pendapatan dari retribusi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan pelayanan publik di Kepulauan Mentawai. Penerimaan tersebut nantinya dapat mendukung pembiayaan berbagai program sesuai kebijakan dan alokasi anggaran pemerintah daerah, termasuk pengembangan fasilitas wisata serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.

Rinto mengungkapkan, penerimaan retribusi selancar pada 2024, saat sistem pemungutan masih dilakukan secara manual, tercatat sekitar Rp9 miliar. Sementara itu, pada 2026, penerimaan dari sektor tersebut dilaporkan meningkat menjadi Rp13,4 miliar setelah penerapan digitalisasi.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berharap sistem pembayaran elektronik dapat semakin mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), sekaligus menumbuhkan kepercayaan wisatawan terhadap pengelolaan retribusi pariwisata.

Melalui kemitraan dengan Bank Nagari, Pemkab Kepulauan Mentawai berupaya mewujudkan pengelolaan pariwisata yang lebih terbuka, efisien, dan akuntabel. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update