Notification

×

Iklan

Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Senin, 12 Oktober 2026 | 17:47 WIB Last Updated 2026-10-12T10:47:00Z

Bahlil Lahadalia janji tak naikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun. (Foto: ist)

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah akan mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tidak mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026. 

Meski demikian, ia mengakui bahwa menjaga kestabilan harga BBM di tengah dinamika pasar energi global bukanlah perkara mudah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil ketika menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Jakarta, Senin (12/10/2026). 

Ia menyebut pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk memastikan harga BBM subsidi tetap terjangkau bagi masyarakat.

Menurut Bahlil, mempertahankan harga BBM subsidi membutuhkan langkah dan perhitungan yang matang. Namun, pemerintah berupaya menjalankan kebijakan tersebut demi kepentingan masyarakat.

“Ini bukan pekerjaan gampang, ini pekerjaan wah berat itu. Tapi untuk rakyat, kita harus melakukan yang terbaik,” ujar Bahlil dalam kegiatan tersebut.

Di sisi lain, ia menerangkan bahwa penetapan harga BBM non-subsidi berbeda dengan BBM subsidi. Harga BBM non-subsidi mengikuti mekanisme pasar sehingga dapat berubah menyesuaikan perkembangan harga minyak dan acuan energi lainnya.

Bahlil menjelaskan, perubahan harga minyak dunia tidak serta-merta membuat harga BBM non-subsidi berubah pada hari yang sama. Terdapat rentang waktu sekitar dua minggu sebelum penyesuaian harga diberlakukan.

Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan alasan harga BBM di dalam negeri belum turun meskipun harga minyak dunia mengalami pelemahan. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan mekanisme dan waktu yang dibutuhkan dalam proses penetapan harga.

“BBM itu kalau dia turun hari ini, kan dua minggu baru dapat penyesuaian harganya. Begitupun naiknya, kalau dia naik hari ini belum tentu naik hari itu juga, dua minggu baru melakukan penyesuaian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa BBM non-subsidi ditujukan bagi konsumen yang mampu membeli bahan bakar dengan harga sesuai mekanisme pasar. Sementara itu, BBM subsidi memiliki kebijakan tersendiri yang berkaitan dengan upaya pemerintah menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat.

Pemerintah pun berupaya mempertahankan harga BBM subsidi hingga penghujung 2026. Kebijakan ini menjadi tantangan tersendiri di tengah fluktuasi harga energi dunia, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengelola beban anggaran negara.

Bahlil kembali menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk menjaga harga hingga akhir tahun hanya berlaku bagi BBM subsidi, bukan BBM non-subsidi.

“Harga BBM subsidi ya, bukan BBM non-subsidi, BBM subsidi sampai dengan 31 Desember, bagaimana caranya kita jaga untuk tidak naik, dan saya janji untuk subsidi tidak akan naik sampai dengan Desember,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update