Notification

×

Iklan

Banjir Padang, Ratusan Warga Dievakuasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 18:22 WIB Last Updated 2026-10-12T11:22:00Z

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Banjir Padang

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah bersama berbagai unsur terkait terus mempercepat penanganan banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (10/10/2026).

Berbagai langkah dilakukan untuk melindungi masyarakat terdampak, mulai dari evakuasi warga, penyediaan tempat pengungsian, pelayanan kesehatan, hingga pendistribusian bantuan kebutuhan pokok.

Penanganan bencana ini melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat setempat.

Tim gabungan telah diterjunkan ke sejumlah lokasi untuk menyelamatkan warga, melakukan pendataan kerusakan dan dampak banjir, serta memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat pada Minggu (11/10/2026) pukul 03.34 WIB, genangan air masih ditemukan di sejumlah kawasan permukiman. Petugas terus melakukan pendataan dan evakuasi sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa banjir berdampak pada tiga kecamatan di Kota Padang, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Bencana tersebut meliputi enam kelurahan, yaitu Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.

Data sementara menunjukkan sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi di Kecamatan Kuranji tercatat sebanyak 672 jiwa.

“Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas,” ujar Berton dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (11/10/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 238 orang dari wilayah terdampak. Proses penyelamatan tersebut dilakukan bersama BPBD Kota Padang dan sejumlah instansi terkait untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan serta mengurangi risiko jatuhnya korban.

BNPB mencatat, para pengungsi sementara ditempatkan di tiga lokasi. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga. Kemudian, 250 jiwa mengungsi di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, sedangkan 55 jiwa lainnya berada di Warung Jembatan Guo.

Bantuan Logistik Disalurkan kepada Warga Terdampak

Selain melakukan penyelamatan, pemerintah juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang harus meninggalkan rumah akibat banjir.

Sebanyak 500 bungkus nasi telah disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga. BPBD Kota Padang turut mendistribusikan 100 selimut bagi masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Bantuan tambahan juga diberikan oleh Dinas Sosial Kota Padang. Bantuan tersebut terdiri atas 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga atau family kit, 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur.

Menurut Berton, penyaluran bantuan dilakukan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji dengan menyesuaikan kebutuhan serta sasaran distribusi masing-masing instansi.

“Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi,” jelasnya.

Polda Sumbar Kerahkan Personel dan Siapkan Posko Kesehatan

Dalam mendukung penanganan banjir, Kepolisian Daerah Sumatera Barat juga mengerahkan personel gabungan untuk membantu evakuasi dan menjaga keselamatan masyarakat.

Petugas ditempatkan di sejumlah titik terdampak, di antaranya Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh.

Personel yang dilibatkan berasal dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas. Mereka bertugas membantu penyelamatan warga, mengamankan kawasan permukiman, dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan laporan kepolisian, seluruh warga di kawasan yang menjadi sasaran penanganan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada korban jiwa yang dilaporkan.

Polda Sumbar juga menyiapkan tempat pengungsian dan menugaskan 250 personel untuk mengamankan rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya. Pengamanan ini bertujuan menjaga situasi lingkungan tetap kondusif selama warga berada di lokasi pengungsian.

Selain itu, posko kesehatan dan posko SAR didirikan di kawasan terdampak. Fasilitas tersebut difungsikan untuk memberikan layanan medis, pertolongan pertama, serta memperkuat koordinasi apabila diperlukan evakuasi tambahan.

Perhatian khusus turut diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan warga lanjut usia. Selain memperoleh pelayanan kesehatan dan bantuan logistik, anak-anak serta warga yang pakaiannya basah akibat terendam banjir juga mendapatkan bantuan pakaian.

Warga Diminta Tetap Waspada

Di tengah proses penanganan bencana, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru kembali ke rumah apabila kondisi lingkungan masih berpotensi membahayakan keselamatan.

Warga juga diminta mematuhi arahan petugas di lapangan, terutama apabila masih terdapat genangan air atau risiko banjir susulan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan mencegah jatuhnya korban apabila kondisi cuaca kembali memburuk.

Pemerintah bersama seluruh unsur penanganan bencana terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan pengungsi, serta memantau perkembangan banjir di sejumlah wilayah Kota Padang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update